6 Tips Menghadapi Anak yang Susah Makan

Hai para ibu, calon ibu ataupun pembaca yang barangkali numpang lewat.. hehe. Beberapa waktu lalu saya sempat membuat artikel tentang Tips Menghadapi Balita Dua Tahun. Nah, kali ini saya akan membuat rangkuman dari diskusi emak-emak di sebuah forum bernama FOCER. FOCER sendiri merupakan sebuah (Forum curhat emak-emak rempong) yang diinisiasi oleh Pemerhati Parenting, Ibu Kiki Barkiah. Ini diskusi menarik ya soalnya. Banyak sekali masukan dari para ibu yang saya dapatkan terhadap berbagai permasalahan anak. Oke, let's start.


Q : Ibu Emosian Saat Nyuapin Anak?
"Saya gampang emosi dan gak sabaran kalau melihat anak mulai melepeh makanan. Saya kadang harus meninggalkan anak saya karena takut marah saya makin menjadi-jadi. Apa yang harus saya lakukan?

Sumber Foto :zerotothree.org



1. Beri Anak Waktu
Ada penjelasan dari seorang dokter anak di Amerika bernama dr. Brezelton. Ia mengatakan bahwa anak balita itu kadang memang butuh waktu sampai berkali-kali agar mau mencoba makanan baru. Kalau anak masih membuang-buang makanan, berarti mungkin saat itu ia memang belum mau mencoba makanan tersebut. Jadi dibiarkan saja dulu sampai dia benar-benar mau makan. Sediakan makanan yang sehat sehingga ketika sewaktu-waktu ia lapar, ia bisa memakannya.

Seorang Ibu perlu menyadari bahwa terkadang memang ada masanya anak sulit untuk makan dan hal itu yang wajar. Teruslah belajar atau sharing dengan komunitas ibu lainnya agar bisa saling bertukar pengalaman dan saling menyemangati. Jangan lupa, atur jadwal makan anak, agar saat jam makan, anak memang benar-benar dalam kondisi lapar sehingga mudah-mudahan bisa memperkecil terjadinya penolakan atau GTM (Gerakan Tutup Mulut).Tetap terus berusaha memberi makan. Ajak anak melakukan aktifitas outdoor supaya mereka gampang lapar. Dan jangan lupa ciptakan suasana menyenangkan saat makan.


2. Mereka hanya Anak Kecil
Kebanyakan orang tua menjadi emosi karena kita lupa kalau sedang berhadapan dengan anak kecil. Kita berharap anak melakukan sesuatu sesuai ekspektasi orang tua padahal seharusnya orang tua lah yang menyesuaikan diri dengan perkembangan pola pikir anak. Jadi, usahakan dibawa santai ya Maak. Jangan kebawa emosi nanti lama-lama kita bisa stress.

3. Banyak Berdzikir atau Mengingat Tuhan

Banyak-banyaklah berdzikir, karena memang Allahlah penggenggam setiap hati manusia, termasuk hati anak kita. Dia lah yang akan memudahkan segala urusan kita. Jadi jangan malu untuk berdoa agar Allah memudahkan peran kita dalam mengurusi anak-anak di rumah, termasuk dalam urusan memberi makan sekalipun. Ingatlah,
"When you feel snappy at your kids, remember it's not your children who are testing your patience. It's Allah who is testing yours. So forgive yourself, go back to Allah and pray that you build yourself up, in order to pass His test." 

Saya kurang tahu itu pernyataan siapa, yang jelas, pernyataan itu juga jadi self reminder untuk diri sendiri bahwasanya ketika anak-anak kita berperilaku kurang menyenangkan, justru saat itu barangkali Allah sedang menguji diri kita. Allah ingin melihat seberapa mampu kita bersabar dan seberapa kuat kita ingin tetap berusaha. Maka dari itu perbanyak juga berdoa dan berdzikir agar setiap urusan kita diberi kemudahan dan keberkahan. Allahumma yassir wala tu'assir, Ya Allah permudahlah dan jangan Engkau persulit.

4. Jangan Berekspektasi Terlalu Tinggi terhadap Anak 
Contoh kasus, misalnya kita sudah capek-capek membuatkan makanan yang menarik (menurut kita) untuk anak. Lalu kita berharap makanan itu akan dihabiskan oleh anak. Pada kenyataannya, ternyata makanan yang sudah kita buat susah payah itu malah tidak dimakan. Sedih banget nggak sih? Sakitnya tuh disiniiii (sambil nunjuk dada). Saya sering merasakan hal ini dan rasanya sedih sekali. Oleh karena itu, sampai sekarang saya berusaha untuk lebih selow dalam ini agar tak terlalu kecewa jika anak tak melakukan sesuatu sesuai harapan. Jika kita hanya menuntut anak, bisa-bisa kita jadi stress dan emosi. Ujung-ujungnya kita hanya marah-marah dan menyebabkan waktu makan menjadi waktu yang tak menyenangkan bagi anak. Kalau sudah begitu, maka tak ada yang diuntungkan bagi keduanya.

Jadi Bunda-bunda cantik, coba dinikmati saja momen-momen ini. Kalau masakan kita dimakan, ya alhamdulillah. Kalau tidak dimakan ya rapopo. Kan bisa kita aja yang makan (laahh.. pantesan ibu-ibu badannya banyak yang melar ya, hehe). Intinya jangan patah semangat. Teruslah mencoba walaupun memang pada akhirnya kita harus bermental baja dan tahan capek karena penolakan. Ikhlaslah. Yakini bahwa akan ada pahala dari setiap lelah dan keringat yang keluar pada saat kita memasaknya. Kalau anak tidak mau makan, ya kita saja yang makan atau bisa berikan ke suami biar tidak mubazir. Case closed ya kan? :D

5. Pakai Strategi Lain

Kalau memang anak susah makan, coba dikreasikan bentuk dan cara makannya, jadi tidak harus seperti yang biasa kita makan. Yang penting zat-zat yang dibutuhkan dalam sehari dapat masuk ke tubuh anak.

Misalnya saja telur rebus. Sambil anak bermain, telur bisa dipotong sedikit-sedikit dan kita suapkan ke mulutnya. Lama-lama bisa habis 1 butir telur lho. Bisa juga suapi selembar keju sedikit-sedikit sampai habis. 

Kalau anak tak suka nasi, bisa ganti karbohidratnya dengan roti, olahan singkong, olahan ubi, atau olahan kentang. Protein bisa diganti dengan selembar keju (sebaiknya jangan yang berpengawet ya), sebutir telur, sepotong ikan goreng, sepotong ayam goreng dsb. Sayur bisa sekalian dicampur diolahan kentang atau ubi dll. 
Kita juga bisa buat dalam bentuk perkedel, nugget, bola-bola nasi (yang didalamnya sudah ada protein, sayuran, karbohidrat). Itu pun sebenarnya sudah termasuk makan, karena yang terpenting zat-zat yang dibutuhkan bisa masuk ke dalam tubuhnya. Kita bisa googling dari berbagai situs parenting atau resep masakan, supaya bisa menambah kreasi dan inovasi masakan di rumah. 

6. Keep Relax
Tenanglah wahai bunda. Ini adalah bagian dari proses. You are not the only mom who feel this. You are not alone. Banyak orang tua yang mengalami kesulitan yang sama, termasuk saya pun. Masa-masa susah makan itu pasti akan ada. Tapi nanti bersiaplah seiring dengan bertambahnya usia, akan muncul masa-masa anak kita akan susah berhenti makan. Yakinlah, "badai" ini insya Allah pasti berlalu. Tenangkan hatimu karena kau sedang berada pada masa yang "menantang" ituu! Enjoy it karena masa-masa ini tak akan berlangsung lama. Jadi, tetap semangat ya Bunda.


Nah, itulah beberapa pesan untuk para orang tua di luar sana. Mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua. Tetap semangat! Masa GTM ini sebenarnya memang masa yang sulit. Saya pun pernah berada di titik hampir menyerah melihat anak yang susah makan. But stay relax. Jika butuh teman curhat, berdiskusilah dengan suami atau sahabat dekat. Yang penting, jangan lupa jaga kesehatan mental kita juga ya karena Ibu yang bahagia akan menghasilkan anak yang bahagia juga. Take a break dan lakukan hal lain yang menyenangkan jika memang Bunda membutuhkannya. Semangat Selalu!

26 komentar:

  1. assalamu'alaukum bunda nayra... hihihi makasih share-nya Saya juga anggota FOCER, hihihi... Bund, ada gak sih web yang dah ngrangkum semua materi2 (terutama materi parenting) dari Mbak KIKI BARKIAH ecara lengkap? Hihihi soalnya kalo siang saya susah buka FB *dibanded sama kantor. salam kenal ya bunda...

    BalasHapus
  2. wa'alaikumsalam... salam kenal juga mb rara.... ga tau bund... ini juga saya lagi rajin aja mau ngerangkum... hehe. coba cek fb mb kiki aja... biasanya dia uda tulis semua di fbnya.. liatnya pas lagi di rumah aja kalau emang dibanned sama kantor hehe... semangat.

    BalasHapus
  3. Kadang ada sih ibu yang nyuapin anak sambil diajak jalan. Kadang berhasil kadang anak malah fokus sama mainnya. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, banyak yg seperti itu tapi sebenarnya itu kebiasaan yang kurang baik ya. Hanya kadang ketika jadi ortu kita gak punya pilihan selain gimana caranya anak mau makan.. hehe.

      Hapus
  4. Memang gregetan kalau anak susah makan itu. Serasa pengen nyubit sama ngebentak.. 😂😂😁

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya, apalagi kalau uda cape.. rasanya kebawa emosi

      Hapus
  5. Memiliki anak dengan kondisi seperti ini tantangan sendiri bagi orang tua

    BalasHapus
  6. terimaksih, infonya sangat luar buasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. saking luar biasa, mpe salah nulisnya ya.. xD

      Hapus
  7. Kadang juga emosi kalau anak susah makan

    BalasHapus
  8. Menghadapi anak serba salah..buat yg TDK tahu trik nya hehe

    BalasHapus
  9. Butuh banget buat siapapun didepan anak kecil butuh kesabaran yg luar biasa terutama keluarga sndiri, alarm gini nih penting bgt buat pengaruh kedepannya si anak

    BalasHapus
  10. Boleh jadi waktu hamil ibunya susah makan. he he ... Kalau anak tak suka nasi, bisa ganti karbohidratnya dengan roti, olahan singkong, olahan ubi, atau olahan kentang. >>>> Nah ini saran yang bagus. Makan itu tidak harus ngosumsi nasi. Selamat malam, Mbak Wenti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau pas hamil susah makan, bisa ngaruh juga ya..? hihi baru tw. Tapi emang pusing bgt kalau udah menghadapi anak yg susah makan.

      Hapus
  11. Klo udah masalah anak rewel tuh...susah dahh

    BalasHapus
  12. Masya allah. Anakku tipe picky eater krn emang emaknya jg picky eater smpe sekarang. Sempat skit hb rendah banget dan dikasih suplement Fe. Hb mulai normal anak makan lumayan lahap. Mungkin itu jg jadi pemicunyaa. Btw, tipsnya super bund

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh iya bener juga bund. terkadang supplemen emang dibutuhkan ya. Salah satu tips yang terlupa oleh saya sih... Memang perlu konsultasi juga ke dokter untuk mengetahui penyebab lain dari anak yg susah makan.

      Hapus
  13. dedek kdang rewel emang. thanks tipsnya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.