Tips Mengasah Kreativitas Anak Sejak Dini


Gambar: creativitypost.com




Kreativitas pada anak katanya perlu ditumbuhkan. Padahal itu adalah pernyataan yang salah karena sesungguhnya anak-anak kita itu sudah terlahir kreatif. Tak percaya? Coba perhatikan saja, anak-anak kita seringkali menemukan caranya sendiri untuk bermain. Kertas yang dirobek-robek jadi mainan. Panci dan peralatan dapur yang kerap kali ia jadikan alat musik. Bantal dijadikan pegunungan dan kotak kardus yang ia jadikan bangunan. 

Kita sendiri sebagai orang tua kadang kalah kreatif dengan anak-anak. Mungkin itu disebabkan karena seumur hidup kita telah dibentuk oleh sistem yang membatasi kreativitas kita, sehingga kreativitas yang ada sejak kecil makin terkikis seiring pertambahan usia.

Beberapa waktu lalu (sudah lama sih sebenarnya) ada diskusi dalam komunitas saya yaitu komunitas Ibu Profesional Tangerang Selatan. Saat itu tema yang dibahas adalah tentang kreativitas. Saya akan mencoba merangkum dan mungkin sedikit menambahkan dari sudut pandang saya tentang kreativitas itu sendiri. Berikut adalah hasil rangkuman saya terkait diskusi tersebut. Semoga bermanfaat.


Apa itu kreativitas?


Gambar: http://savimontessori.com/



Sebelum menyimak penjelasan lebih lanjut. Kita harus tahu dulu, kreativitas itu apa sih? 
Kreativitas merupakan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, kemampuan untuk berpikir out of the box, kemampuan berkarya dan memecahkan masalah. Kalau menurut saya sendiri, kreativitas adalah suatu aktivitas mencari dan menemukan  hal-hal baru agar menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Jika dilihat dari prosesnya, kreativitas terdiri dari tiga jenis, yaitu:

1. Evolusi : Ide baru dibangkitkan dari ide sebelumnya
2. Sintesis : Dua atau lebih ide yang ada digabungkan jadi satu ide baru lagi
3. Revolusi : Benar-benar membuat perubahan baru dengan pola yang belum pernah ada

Pada dasarnya seperti yang disinggung di awal, anak-anak itu sudah terlahir kreatif. Bahkan kita pun waktu kecil sebenarnya juga kreatif. Masih ingatkah, bagaimana anak-anak jaman dulu menjadikan batang daun pisang menjadi mainan senjata? Atau kalau dulu waktu kecil saya menjadikan batang talas menjadi boneka dengan rambutnya yang panjang. Lalu ada tanaman pegagan yang dijadikan penghembus balon busa? Saya juga ingat dulu menjadikan tempurung kelapa sebagai alat masak untuk membuat nasi goreng. Anak-anak kadang punya cara sendiri dalam memanfaatkan bahan-bahan disekitarnya menjadi barang yang menakjubkan. Namun sayangnya, seiring bertambahnya usia, justru kreativitas itu menjadi layu bahkan kadang mati. Saya sendiri pun mengakui itu. Nah, kira-kira apa penyebabnya?


Kenapa Kreativitas tidak Berkembang?



Gambar : https://mumslounge.com.au/



Ada beberapa hal yang menjadi faktor penyebab kreativitas terhambat, diantaranya adalah:

1. Orang tua dan lingkungan yang tidak mendukung : Misalnya saja orang tua yang terlalu protektif sehingga membatasi anak untuk mengeksplor banyak hal. Lingkungan yang meremehkan dan tidak mendukung anak untuk menghasilkan karya. Ketika anak membuat sesuatu, lingkungan kurang memberikan apresiasi kepada anak atau  bahkan sampai mengejek.

2. Sistem sekolah yang terlalu kaku : Sistem sekolah yang terlalu kaku dan membatasi siswa untuk berkarya kadang menjadi penghambat bagi anak untuk berpikir out of the box. Salah satu contoh sederhana misalnya memberikan soal-soal atau pelajaran yang terlalu saklek dan tidak mendorong anak untuk berpikir kritis terhadap sesuatu.

Lalu, apa yang bisa dilakukan orang tua agar menghindari hal tersebut?

1. Memberi anak lebih banyak dorongan positif untuk berkreativitas
2. Memberikan cinta tanpa syarat
3. Menghargai keunikan anak
4. Memberikan anak kesempatan untuk menjelajah

Dalam mendampingi anak-anak, kita juga harus memiliki sudut padang kreatif karena anak-anak butuh stimulasi dari lingkungan agar bisa terus berkreativitas. Kita pun jangan cepat memberikan penilaian terhadap hasil kerja anak, karena terkadang apa yang mereka lakukan mungkin bukan seperti apa yang kita pikirkan. Misalnya, suatu ketika, anak saya yang berumur 4 tahun mencari gunting dan menggunting kertas-kertas hingga menjadi berantakan. Awalnya tentu saya kaget karena semua menjadi sangat berantakan. Kertas-kertas yang harusnya bisa dipakai untuk menulis dsb malah berubah menjadi potongan-potongan kecil. Saya pun lalu bertanya kepada anak saya saat itu, kenapa ia menggunting-gunting kertas seperti itu? Ketika diselidiki, dia berkata bahwa dia sedang memiliki "projek" membuat "salju". Ia ternyata sedang berimajinasi dan menganggap kertas-kertas itu sebagi salju. 

Hal-hal semacam itulah yang kadang bisa diluar ekpektasi kita. Apa alasan anak melakukan hal tersebut? Apa yang mendasarinya? Pasti ia memiliki tujuan yang barangkali tidak terpikirkan oleh kita. Itulah pentingnya komunikasi dan mengosongkan pikiran kita dari prasangka. Kalau kita tidak mencoba melihat dari sudut pandang anak, mungkin yang terjadi adalah kita marah karena rumah jadi berantakan dan melihat kertas-kertas yang tak dapat digunakan.  Padahal kalau dipikir ulang, mungkin itu adalah salah satu cara dia untuk bisa bermain  dan mengembangkan kreativitasnya sendiri.

Oleh karena itu, belajarlah untuk membuka kotak pemikiran kita. Jangan batasi anak-anak sebatas pemikiran dan pengalaman kita saja karena jaman kita berbeda dengan mereka.  Mungkin selama ini pikiran kita sebagai orang tua dibatasi oleh lingkungan yang tidak mendukung, larangan-larangan yang berlebihan, dan ketakutan dari diri kita sendiri. Maka jangan lakukan hal tersebut pada anak-anak kita agar kreativitas mereka bisa berkembang dengan baik hingga mereka dewasa.


Anak tetap Memerlukan Bimbingan Orang Tua



Gambar : https://30seconds.com/


Pada dasarnya kreativitas itu baik, hanya saja kreativitas menurut saya tetap tidak boleh kebablasan karena walaubagaimanapun tetap ada rambu-rambu yang harus diperhatikan. Contohnya saja, kita tetap tidak boleh membiarkan anak kita menciptakan baju transparan yang akibatnya membuat aurat kelihatan hanya karena alasan itu bagian dari kreativitas. Banyak sekali sebenarnya contoh "kreativitas" yang kebablasan dan tidak pada tempatnya di jaman sekarang ini.

Oleh karena itu, diawal tadi saya memberikan definisi sendiri terkait kreativitas bahwa kreativitas hendaklah menjadi suatu aktivitas mencari dan menemukan  hal-hal baru agar menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain. Dan karena saya adalah seorang muslim, maka penting juga untuk memberikan pemahaman bahwa kreativitas haruslah tidak bertentangan dengan ajaran agama.

Dalam ilmu pengetahuan, penting sekali untuk menjadi orang yang kreatif karena kreativitas itulah yang akan membantu peneliti maupun ilmuwan untuk menciptakan obat atau teknologi yang bermanfaat bagi manusia. Namun jika kreativitas tidak diiringi oleh nilai moral dan spiritual, kreativitas itu juga bisa menjadi bumerang bagi manusia. Oleh karena itu betapa pentingnya didikan dan bimbingan dari orang tua maupun orang-orang terdekat, agar sejak dini anak-anak bisa mengembangkan kreativitas untuk sesuatu yang positif dan bermanfaat bagi orang lain. Semoga kita sebagai orang tua maupun calon orang tua dapat membimbing anak dengan baik ya. Aamiin.


#selfreminder

14 komentar:

  1. Benar juga ya. Kadang ibu-ibu lebih mengedepankan apa yang tersaji dalam pemikirannya kemudian mulai marah saat anak justru mengasah kreatifitas mereka.

    Hal yang terjadi selanjutnya, mental anak jadi ciyut. Mereka akan berpikir buat apa kreatif kalau ujung-ujungnya dimarahi mama.

    Lalu, anak jadi malas dan nggak tahu bakat dan minatnya dimana. Hmm...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, kita kadang masih suka reaktif ketika melihat perlakuan anak. Akibatnya anak pun merasa tidak nyaman mengutarakan hobi dan minatnya karena kita sebagai org tua kurang bisa mengapresiasi.

      Hapus
  2. Bisa sebagai pelajaran nih kalo nanti sudah punya anak,, untung dulunya orang tua sy slalu mendukung apapun hobiku itu, termsuk tidur hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha... Kayaknya ini terlalu menghayati kata2 motivasi ya.. "kalau mau sukses harus berani bermimpi," makanya jadi hobi tidur.. xD

      Hapus
  3. Bner banget nih karena segala aktivitas anak pun harus didukung selagi positif

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, kerangkanya adalah "positif dan memiliki nilai manfaat". Maka sebaiknya orang tua harus selalu mensupport anaknya.

      Hapus
  4. Emang harus hati2 dalam mendidik anak

    BalasHapus
  5. harus diterapkan nih yang baik baik

    BalasHapus
  6. Ilmu baru untuk diterapkan si kecil. Demen banget baca site yang isinya tentang edukasi parenting

    BalasHapus
  7. Sangat bermanfaat sekali kak ilmunya, mkasih ya kak ilmu ini sangat berguna

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.