Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Membersamai Anak dengan Konsep Quran Based Play








Beberapa waktu lalu aku menyimak sebuah webinar tentang Quran Based Play. Sebuah konsep pendidikan yang menjadikan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai inspirasi utama dalam beraktivitas bersama anak. Selama ini aku sekedar mengamati beberapa konsep pendidikan anak-anak dan menurutku semuanya terlihat menarik. Tapi entah kenapa aku belum punya keinginan untuk mendalami lebih lanjut. Selama ini pun hanya sekedar tahu dan kadang dipraktikan dengan anak sendiri, tapi memang tidak fokus, karena asal comot semua konsep.

Hingga ketemulah secara tak sengaja dengan akun Quran Based Play yang digagas oleh Mbak Karlina Listra Veni yang juga merupakan seorang praktisi home educator based on Fitrah. Gak sengaja juga sebenarnya tapi pas liat akun itu entah kenapa aku langsung excited dan tertarik dengan konsep ini.

Apa itu Quran Based Play?


(sumber gambar: Slide webinar Ecokids.ID oleh Karlina Listra Veni )


Kalau aku coba membahasakannya sih bagaimana orang tua menjadikan Al-Qur'an sebagai "buku materi belajar" anak. Jadi kan sebenarnya Alquran itu udah lengkap banget pembahasannya. Ada kisah tentang hewan, makanan, fenomena alam, science, akhlak, aqidah... Lengkap dan banyak sekali yang sebenarnya bisa kita eksplor. Dari situlah kita bisa menemukan aktivitas bermain untuk anak-anak kita sambil menyelami ayat-ayat Allah.


(sumber gambar: Slide webinar Ecokids.ID oleh Karlina Listra Veni )


Kita juga bisa memperkaya tema ajar dengan mengajak anak mengenal alam secara langsung, mengamati fenomena disekitar atau membuat prakarya. Bahan ajarnya tak sulit. Semua orang tua menurutku bisa melakukannya. Berbekal alam dan Alquran, kita bisa menciptakan banyak hal bersama anak-anak. Untuk contoh aktivitasnya, bisa langsung cek Instagram QuranbasedPlay ya. Disana banyak inspirasi yang bisa kita lakukan juga bersama anak-anak di rumah.


(sumber gambar: Slide webinar Ecokids.ID oleh Karlina Listra Veni )



Sebenarnya beberapa temanku juga sudah melakukan konsep belajar yang mirip seperti ini. Aku sendiri sebenarnya rada telat juga mulai tertariknya. Tapi gak apa-apa lah ya daripada tidak sama sekali. Pokoknya tetap usahakan dan biasakan agar tiap hari anak-anak kita selalu mendapat hal baru dari inspirasi ayat-ayat Alquran.


(sumber gambar: Slide webinar Ecokids.ID oleh Karlina Listra Veni )

Mudah-mudahan bisa semangat dan konsisten mengajari anak di rumah dengan konsep ini karena penting sekali untuk lebih sering melibatkan anak dalam mengenal ayat-ayat Allah. Saat webinar kemarin aku mencoba mencatat beberapa hal penting (yang berhasil kutangkap). Mungkin gak bisa begitu lengkap jadijika ingin mendengar pemaparan secara utuh bisa cek video ini.




Bagiku, menulis itu adalah sebagai ikhtiar pengikat ilmu. Jadi saat mendengarkan webinar kemarin aku sempat mencatat beberapa hal penting dari yang sudah disampaikan. Mudah-mudahan ini sebagai bentuk ikhtiar supaya tidak lupa. 😄 Hanya beberapa poin penting saja yang saya sampaikan. Tapi mudah-mudahan bisa ada sedikit manfaat yang bisa diambil. Selamat membaca.


Rangkuman singkat
Webinar Ecokids.ID 
Membersamai Anak dengan Alam dan Islam

  1. Sebelum kita mendidik, sebagai orang tua kita harus paham terlebih dahulu, apa tujuan Allah menciptakan kita. Untuk apa? Beribadah kan? Maka kerangka kegiatan kita dalam mendidik anak atau melakukan aktivitas apapun tidak boleh lepas dari kerangka itu. Untuk beribadah.
  2. Jangan lupa diniatkan dulu di hati kita "Aku berniat mendidik anak-anakku untuk beribadah kepada engkau, Ya Allah." Jadi apapun peran-peran yang nanti Allah pilihkan kepada anak-anak kita kelak, mintalah kepada Allah agar peran mereka kelak adalah untuk beribadah kepada Allah."
  3. Pada dasarnya kita adalah leader untuk anak-anak kita. Kita pun punya tugas untuk menjadikan anak-anak kita kelak agar menjadi leader yg baik. Jadi ketika kita ingin anak kita menjadi anak yang sholeh, sebagai seorang leader, kita juga harus belajar menjadi orang tua yang sholeh pula.
  4. QBP juga menitikberatkan pada interaksi dengan alam karena saat kita berinteraksi dengan alam, kita juga ikut mengenal Allah. Kita bisa melihat dan merasakan ciptaan-ciptaan Allah melalui tanaman, angin, tanah dsb. Hal itulah yang bisa kita ajarkan kepada anak-anak karena mencintai alam merupakan salah satu bentuk kita mencintai Allah.
  5. Ingat surat pertama yang diturunkan? tentang Iqro'. Kita diminta untuk membaca. Termasuk didalamnya adalah membaca kitab Allah dan membaca tanda-tanda kebesaran Allah.
  6. Pada dasarnya anak-anak usia dini itu belum perlu lesson plan atau metode pembelajaran yang membutuhkan indikator keberhasilan atau penilaian tertentu. Usia-usia dini sebaiknya diisi dengan aktivitas bermain saja. Indikator-indikator yang kita buat untuk anak, justru hanya membuat aktivitas anak jadi kaku. Biarkanlah mereka mengeksplorasi banyak hal dari lingkungannya tanpa harus kita batasi dengan indikator ini dan itu, kecuali jika anak memang sudah masuk usia 7 tahun atau usia sekolah.
  7. Pahami hukum energi terutama dalam mendidik anak. Jadi energi yang kita keluarkan akan ditangkap dengan energi yang sama oleh anak. Jadi penting sekali untuk menampilkan energi positif, bukan malah energi yang sifatnya ingin menggurui, menghakimi dsb. Ketika berkomunikasi dengan anak, pastikan kita menggunakan intonasi yang tepat.
  8. Kegiatan yang kita lakukan untuk anak disesuaikan dengan kebutuhan dan karakter anak masing-masing.
  9. Bermainlah dengan tetap memasukan nilai-nilai keimanan pada anak dan jangan lupa untuk menghargai karya anak kita seabsurd apapun itu.
  10. Jangan lupa untuk mempraktikkan 5W1H, agar anak terbiasa mengemukakan pendapat dan berpikir kritis tentang sesuatu.

Semangat!


Posting Komentar untuk "Membersamai Anak dengan Konsep Quran Based Play"