13 Pesan Inspiratif Kartini untuk Indonesia






Sumber gambar : kompas.com

Seperti yang kita ketahui, R.A Kartini merupakan seorang pahlawan Indonesia yang berjuang bukan dengan mengangkat senjata, melainkan dengan menuangkan pikiran-pikiran yang antimainstream di jamannya saat itu. Sebagai seorang perempuan bangsawan yang memiliki banyak aturan, ia sadar betul bahwa telah terjadi ketimpangan dan ketidakadilan di negerinya sendiri bagi para perempuan dalam banyak bidang, terutama dalam bidang sosial dan pendidikan. a sadar bahwa perempuan hendaklah diberikan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih tinggi karena perempuan kelak akan mendidik anak-anak dalam keluarganya.

R.A Kartini memberikan banyak inspirasi dari pikiran-pikirannya. Hingga sekarang bahkan pikiran-pikiran tersebut bisa menjadi motivasi bagi kita agar mampu menjadi perempuan berdaya dan berwawasan luas. Berikut ini adalah 13 pesan inspirasi dari Kartini yang perlu kita simak.


1. Rampaslah semua harta benda saya, asalkan jangan pena saya.

2. Dan terhadap pendidikan itu janganlah hanya akal yang dipertajam, tetapi budi pun harus dipertinggi.

3. Kami anak-anak perempuan tidak boleh mempunyai pendapat, kami harus menerima dan menyetujui serta mengamini semua yang dianggap baik oleh orang lain.

4. Banyak emansipasi wanita bukanlah untuk persamaan derajat, emansipasi adalah pembuktian diri yang seimbang antara raga yang tangguh, namun hati senantiasa patuh. Emansipasi ada penerimaan. Penerimaan diri bahwa setiap tempat ada empu yang dikodratkan dan dipantaskan. 

5. Saya akan mengajar anak-anak saya, baik laki-laki maupun perempuan untuk saling memandang sebagai makhluk yang sama. Saya akan memberikan pendidikan yang sama kepada mereka, tentu saja menurut bakatnya masing-masing. Lagi pula, saya  bermaksud akan menghapuskan batas yang menggelikan antara laki-laki dan perempuan yang dibuat orang sedemikian cermatnya. 

6. Pendidikan untuk wanita sangat penting dalam konteks mendukung  perannya sebagai Isteri dan ibu yang bermimpi besar. Tapi kalau salah kaprah dan menelantarkan anak-anaknya berarti sama saja dengan membodoh lagi.

7. Apakah gunanya pemerintah memaksa orang laki-laki menyisihkan uang, kalau isteri-isteri mereka yang menyelenggarakan rumah tangga tidak mengenal tentang nilai uang?

8. Meskipun sekarang sebagian besar kebanyakan Kepala Bumiputra menyekolahkan anaknya hanya untuk gagah-gagahan saja, karena mereka tidak mau ketinggalan oleh yang lain. Dan bukan karena kesadaran mereka terhadap kegunaan pengetahuan bagi perempuan baik itu untuk dirinya sendiri maupun lingkungannya. 

9. Sekolah-sekolah saja tidak dapat memajukan masyarakat, tetapi juga keluarga di rumah harus turut bekerja. Lebih-lebih dari rumahan kekuatan mendidik itu harus berasal. Siang malam anak-anak di rumah, di sekolah hanya beberapa jam saja.

10. Para lanjut usia, jangan menolak segala hal yang baru. Ingatlah, bahwa semua yang sekarang sudah tua, juga pernah baru.

11. Seorang gadis harus perlahan-lahan jalannya, langkahnya pendek-pendek, gerakannya lambat seperti siput layaknya. Bila agak cepat, dicaci orang, disebut "kuda liar". Kepada kakak-kakakku laki-laki maupun perempuan, kuturuti semua adat itu dengan tertibnya, tetapi mulai dari aku ke bawah, kami langgar seluruhnya adat itu.

12. Terlalu sering kami merasakan bahwa kami, orang Jawa, bukanlah manusia sama sekali. Bagaimana mungkin orang-orang Belanda berharap untuk dicintai orang-orang Jawa, ketika mereka memperlakukan kami seperti ini? Cinta melahirkan cinta, tetapi hinaan tak akan pernah menimbulkan kasih sayang.

13. Saat suatu hubungan berakhir, bukan berarti orang berhenti saling mencintai. Mereka hanya berhenti saling menyakiti.


Itulah beberapa kalimat inspirasi dari R.A Kartini. Ada begitu banyak hikmah dan pesan yang tersampaikan. Yang jelas, ada banyak sekali para pejuang perempuan selain Kartini yang sejak dulu telah memberikan sumbangsih bagi negeri ini. Oleh karena itu sebagai perempuan Indonesia, sudah selayaknya kita ikut berkontribusi sesuai dengan peran dan minat kita masing-masing saat ini. Jayalah terus Indonesia, jayalah perempuan Indonesia. Teruslah berkarya sesuai kemampuan kita tanpa harus melalaikan tanggung jawab kita sebagai seorang perempuan.


Sumber : Nurcholish, Ahmad. 2018. " Celoteh R.A. Kartini : 232 Ujaran Bijak Sang Pejuang Emansipasi". Jakarta : Elex Media Komputindo.


16 komentar:

  1. Ah kalimat terakhir itu ya. Tapi benar sih. Berpisah mungkin karena memang ingin berhenti saling menyakiti.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya, perpisahan terkadang tak selalu menjadi pilihan yang buruk.

      Hapus
  2. Balasan
    1. Yess.. One of my Favorite quote from Kartini.

      Hapus
  3. Kartini mengangkat derajat wanita, tapi sekarang malah tiada derajat nya😡. Kerasnya dunia membuat semuanya berubah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nggak sih... Justru skrg kedudukan perempuan sudah lebih baik, walaupun mungkin implementasinya belum sempurna. Tpi perempuan bisa bersekolah tinggi dan mengejar cita-cita. Gak kayak jaman dulu.

      Hapus
  4. Buku nya kartini yang judul nya habis gelap terbit lah terang...kerenn

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yess. Terinspirasi dari surah dalam Alquran.

      Hapus
  5. Kalau kata Syahrintul mah, habis gelap terbitlah sesuatu. Sedang kalau menurut anak cabe2an, pergi gelap pulang terang.. Wkwk πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜

    *maaf, hanya Sekedar guyon 😊

    BalasHapus
  6. Nomor 6 benar sekali :')

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.