Sebuah Persembahan dari HUT IIDN 2021: Pesan-pesan Berharga untuk Perempuan Indonesia


Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh IIDN. Bagi yang belum tahu, IIDN ini merupakan sebuah Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis dan menjadi wadah bagi ibu-ibu yang suka menulis untuk terus belajar mengembangkan minatnya. IIDN terbentuk tahun 2010 yang waktu itu didirikan oleh Indari Mastuti. Saat ini Ibu-ibu Doyan Nulis diketuai oleh Widyanti Yuliandari dan terus berkembang hingga sekarang. Anggota di grup facebooknya bahkan sudah mencapai lebih dari 22 ribu. Banyak juga rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan bekerja sama dengan brand-brand besar. 

Baru-baru ini IIDN juga mengadakan kegiatan Festival Perempuan Indonesia 2021 dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-11. Sebenarnya menarik sekali karena dalam kondisi pandemi, ternyata IIDN tetap mampu melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menginspirasi banyak perempuan. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam Festival Perempuan Indonesia :

1. Talkshow "Perempuan dan Menulis" dengan pembicara Kirana Kejora dan Widyanti Yuliandari.
2. Talkshow "Perempuan dan Lingkungan" dengan pembicara Anjarwati, S.Si.,M.Env. dan Aryenda Atma.
3. Talkshow "Perempuan dan Kekuatan Diri" dengan pembicara Artha Julie Nava dan Intan Maria Lee.



Selain acara talkshow, ada juga blog tour dan virtual class Natural Korean Make Up for Daily yang berkerjasama dengan brand kosmetik Wardah. Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan acara Puncak yang berisi Sharing Session bersama Damar Aisyah, Mugniar Marakarma dan Wiwin Pratiwanggini. Ada pula acara hiburan berupa kuis berhadiah dan pengumuman pemenang hadiah dari Wardah.

Nah, dalam beberapa rangkaian kegiatan tersebut, saya berkesempatan untuk mengikuti salah satu Talkshow yang berjudul Perempuan dan Kekuatan Diri. Topiknya menurut saya sangat menarik karena sangat relate dengan kehidupan para perempuan terutama perempuan di Indonesia.


Banyak pesan yang saya tangkap dalam talkshow tersebut dan kali ini saya akan coba bagikan kedalam beberapa poin.  Poin-poin tersebut ada yang saya tulis dengan bahasa sendiri tanpa bermaksud mengurangi atau melebihkan isi materi. Berikut beberapa poin yang saya dapatkan, semoga bisa bermanfaat dan memotivasi kita semua.


Hei Perempuan Indonesia, Belajarlah Mencintai Diri Sendiri!


Dalam acara talkshow Festival Perempuan Indonesia, pembicara pertama, Mbak Artha Julie menjelaskan tentang kondisi dan permasalahan yang sering dialami perempuan. Menurut beliau, perempuan adalah sosok yang paling banyak menghadapi problem dalam hidupnya. Mengapa? Karena perempuan seringkali tidak mengerti potensi dan kekuatan dirinya sendiri. Perempuan juga terkadang tak punya planning akan hidupnya sehingga ia pun mudah terbawa arus. Hal ini bermula karena perempuan banyak yang tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan besar tentang:
"Siapa sih diriku yang sebenarnya?"

Problem yang dihadapi tersebut terkadang membuat perempuan tidak menghargai diri mereka sendiri. Itulah kenapa self love seakan menjadi PR yang harus diselesaikan. 

Apa itu Self Love?

Self love merupakan sebuah perspektif untuk melihat diri kita dengan cara berbeda dan dengan cara yang lebih baik. Self love merupakan upaya kita untuk mulai menaruh penghargaan pada diri dan kebutuhan kita.

Banyak perempuan yang selama ini lebih banyak memberi isi "botolnya" daripada mengisinya kembali. Padahal kita tidak sadar bahwa "botol" kita kadang sudah kosong. Apa yang mau kita berikan jika kita sendiri sudah tidak punya apa-apa? Kita akan menjadi mudah kesal dan marah kepada orang-orang disekitar kita, padahal mereka sudah terlanjur berharap agar kita selalu memberikan yang terbaik. 

Ketika kita sudah tidak bisa memberikan apa yang orang lain harapkan, muncullah rasa frustrasi. Rasa frustrasi ini  yang nantinya malah bisa berdampak pada anak-anak, suami maupun orang-orang terdekat kita. Semua hal negatif yang muncul pada diri kita kadang disebabkan karena ada hal-hal yang tidak terpenuhi dalam diri kita. Itu yang mungkin menjadi akar masalahnya.

Wujudkan Keseimbangan

Banyak perempuan yang lahir dalam kultur budaya Indonesia tumbuh dengan lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Sebenarnya memerhatikan kebutuhan orang lain memang bukanlah hal yang salah, tapi kita juga harus ingat bahwa kita sendiri punya kebutuhan yang harus kita penuhi. Ketika kita memenuhi kebutuhan orang lain kita juga hendaknya bisa merasa bahagia. Jika tidak bahagia, barangkali ada yang perlu diintrospeksi.

Yang jadi masalah adalah memang tidak mudah untuk bisa memenuhi keduanya karena kita memang bukanlah superwoman. Lalu apa yang harus dilakukan agar perempuan bisa seimbang dalam memenuhi dua kebutuhan tersebut?

Ciptakan keseimbangan dengan meminta bantuan pasanganmu. Peran suami sangat berpengaruh dalam menyeimbangkan hal tersebut. Di budaya barat, suami berperan lebih fleksibel dalam rumah tangga. Para lelaki terbiasa membersihkan rumah, mencuci piring dan memasak. Sementara di indonesia tidak selalu begitu. Jadi masalah utamanya lebih kepada pembiasaan, bagaimana caranya agar suami ikut serta dalam membantu pekerjaan rumah tangga dan bagaimana agar isteri mau bicara dari hati ke hati dengan suami tentang pembagian tugas dalam rumah tangga.

Ubah Mindset

Perempuan juga harus mulai belajar untuk melihat masalah bukan sebagai masalah. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk berubah. Ketika mendapati masalah besar, maka lakukan upaya self love melalui beberapa cara berikut:

1. Bangun Kesadaran.
Pahami bahwa problem yang muncul merupakan cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik. Problem yang ada bukanlah untuk menghancurkan diri kita. Mindset seperti itu dulu yang harus dibangun agar kita tidak berprasangka buruk terhadap kondisi yang ada.

2. Lakukan Penerimaan
Kita terima apapun yang terjadi pada diri kita, baik dan buruknya. Ibaratnya ketika kita tersandung batu, apakah kita harus mengeluh dan mengomeli batu itu hingga bertahun-tahun? Jadi terima dulu saja apapun yg terjadi karena jika kita tidak menerima, maka energi dan pikiran kita hanya akan habis terbuang karena memikirkan dan menyesali masa lalu. Jika sudah menerima, maka fokuslah pada problem solving, karena mencari solusi akan jauh lebih baik daripada meratap dan mengeluh terus menerus.

3. Mulailah Menata Hidup
Mulailah untuk memilih apa yang penting dan tidak penting dalam hidup kita. Fokuslah kepada hal penting dan apa yang harus dilakukan di masa depan. 

Membenahi mindset adalah hal yang penting. Kita harus mau menghargai dan menilai diri kita secara positif. Memang harus diakui bahwa ini tidak mudah, apalagi jika selama ini kita secara tak sadar telah menanamkan kepada diri bahwa kita tak berharga dan inferior. Mindset tersebut mungkin sudah tertanam kuat akibat pengalaman hidup ataupun faktor lingkungan. Ketika mencoba melakukan affirmasi pun kadang tidak berhasil. Lalu apa yang harus dilakukan?

Ubah Affirmasi

Sebagai contoh, kita berdiri di depan cermin dan mencoba memberikan affirmasi bahwa kita itu cantik, kita adalah perempuan hebat dsb. Sementara dalam batin kita muncul sebuah penolakan,
"Gak ah, aku gak cantik, aku jerawatan," 
"Aku gak hebat karena aku masih sering insecure". 

Jika penolakan terhadap affirmasi tersebut masih ada dalam diri kita, maka coba ganti kata-kata affirmasinya. Ucapkan kepada diri sendiri bahwa, 
"Saya dalam proses menghargai segala anugerah yang diberikan Allah kepada saya. Saya sedang dalam proses menghargai kecantikan yang diberikan Allah kepada saya. Saya sedang dalam proses menghargai tubuh saya. Saya dalam proses menjadi lebih baik,"

Ucapkanlah itu secara sadar dan rutin. Mudah-mudahan lama-lama nanti kita terbiasa. Ketika kita menyebutkan kata "dalam proses",  maka hati pun terasa lebih enteng karena kita tak  merasa tertekan gara-gara kita menganggap affirmasi itu tak sesuai dengan realita. 

Selain hal tersebut, berkumpullah dengan orang-orang yang suportif. Lakukan kegiatan menyenangkan seperti menonton dan membaca yang kira-kira bisa memberikan pengalaman yang positif.

Menerima Masa Lalu


Mbak Intan Maria sebagai pembicara kedua, menyebutkan bahwa Innerchild adalah diri seseorang yang berasal dari masa lalu atau masa kecilnya. Sebelum membahas lebih lanjut, Mbak Intan meminta para peserta untuk mencoba menulis pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu atau masa kecil ke dalam buku. Biasanya ketika kita menceritakan perihal kejelekan yang kita alami di masa lalu, akan muncul emosi tidak nyaman. Nah, jika muncul emosi semacam itu, berarti ada emosi-emosi mengganjal yang belum selesai dan itu berkaitan dengan innerchild.

Apakah masalah di innerchild ini akan memengaruhi kehidupan seorang perempuan kedepannya?

Pada dasarnya ketika perempuan sudah tidak memiliki masalah dengan innerchild, maka ia akan bisa menunjukkan performa dan menunjukkan perasaan bahagia. Perempuan memang sosok yang tangguh, tapi ia juga sosok yang lemah. Dibalik ketangguhan seorang perempuan, tetap ada perasaan yang harus diisi. Hanya saja terkadang susah bagi diri kita untuk berdamai dengan hal-hal buruk di masa lalu sehingga itu hal yang perlu diperbaiki.


Bagaimana kalau saat dewasa kita masih ter-trigger dengan pengalaman innerchild yang buruk di masa lalu?

Pertama mencoba mengakui bahwa itu salah. Sadarilah bahwa hal itu hanya akan membuat kita tidak percaya diri. Ketika ingatan atau perasaan itu muncul, kita coba amati polanya. 
"Kenapa ya saya tiba-tiba ingat?"
"Apa ya yang menyebabkan saya ingat akan hal itu?"

Kedua, jika kita ingin berdamai dengan masa lalu maka kita harus menerima semuanya. Terimalah kebahagiaan, kesedihan, semua rasa takut dan kelola semuanya sesuai dengan porsinya masing-masing. Jangan lupa meminta kekuatan kepada Allah untuk membantu kita mengikhlaskan dan melewati semuanya.

Jejak Cerita Festival Perempuan Indonesia

Itulah beberapa pesan berharga yang saya dapatkan dalam acara talkshow yang diselenggarakan oleh IIDN. Akhir kata, saya ingin mengapresiasi Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis yang sudah menyelenggarakan acara Festival Perempuan Indonesia dengan sukses. Menurut saya acaranya berjalan dengan baik dan peserta juga antusias mengikutinya. Pesan-pesan yang disampaikan juga sangat bagus karena memotivasi para perempuan Indonesia untuk menjadi sosok terbaik sesuai versinya masing-masing. 

Sudah 11 Tahun IIDN Berkarya, semoga Ibu-ibu Doyan Nulis bisa menjadi komunitas yang inspiratif dan memotivasi banyak perempuan Indonesia untuk berkembang lebih baik lagi. Ditunggu event selanjutnya!


20 komentar:

  1. Keren komunitasnya. Kegiatannya juga sangat bermanfaat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya... apalagi isinya perempuan semua kebanyakan.. hehe

      Hapus
  2. Apakah nama grub fb nya IIDN? Kalo ada link grup boleh saya bergabung?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya betul mbak... boleh coba join disini ya. https://www.facebook.com/groups/ibuibudoyannulis/?multi_permalinks=4085862561468946

      Hapus
    2. Baik trimakasih saya akan bergabung๐Ÿ™‚๐Ÿ‘

      Hapus
  3. Terus berkarya melalui tilisan

    BalasHapus
  4. "Karena wanita ingin dimengerti"

    *kata Ada Band ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜

    BalasHapus
  5. Iya bener bgt, tindakan² self love dan self reminder lainnya penting bgt efeknya buat membentuk pribadi lebih baik diri kita ๐Ÿ˜Š

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yup, semoga kita semua bisa memahami potensi diri.

      Hapus
  6. berarti bapak2 g bisa ikut donk wkwkwk. barang kali ada grup bapak2 jdi pengen ikut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau event2nya, setau saya bapak2 tetap bs ikut kok. Dulu ada Acara webinar dr im3 juga ada bapak2 yg ikut, termasuk lomba2nya juga.

      Hapus
  7. Memiliki komunitas menjadi improvisasi untuk mengembangkan potensi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul banget. Sangat membantu agar bisa terus bertumbuh.

      Hapus
  8. Memiliki komunitas membantu meningkatkan teman blogger

    BalasHapus
  9. Self love emang penting banget buat diri kita huhu
    Terima kasih kak ilmunya, membantu bangett๐Ÿ’™

    BalasHapus
  10. Kadang kita memang lupa bagaimana cara mencintai diri sendiri. Hingga nggak sadar membuat kita terlihat rendah. Padahal sebenarnya, kita begitu berharga.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.