Merdeka Jiwa dengan Makin Mengenal Diri Sendiri

Gambar : pixabay.com/Peggy_Marco


Saat ini saya sedang membaca buku yang membahas tentang jiwa merdeka. Sebenarnya saya ingin merangkum buku itu dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia hari ini (Dirgahayu Indonesiaku!!), namun sayangnya saya belum selesai membacanya karena selama dua hari kemarin badan meriang akibat selesai vaksin. Jadi rencana pun gagal sudah.

Ada poin menarik yang saya dapatkan dari buku tersebut, bahwa jika kita ingin memiliki jiwa merdeka maka terlebih dahulu kita harus mengenal diri kita sendiri. Kita harus tahu apa kekurangan dan kelebihan kita. Kita juga harus bisa memahami potensi dan bakat kita ada di bidang apa. Kita harus tahu apa yang sebenarnya kita inginkan dan apa harapan kita kedepannya.

Intinya, kita harus mengenal diri kita sepenuhnya. Dengan begitu kita bisa bergerak menjadi sosok yang merdeka. Jika kita sendiri bingung dengan jati diri kita, maka kita akan terombang-ambing dengan kehidupan kita di masa yang akan datang. Kita tidak punya tolak ukur, prinsip, visi dan misi hidup. Lalu bagaimana kita bisa menjadi jiwa yang merdeka jika kita masih bingung akan diri kita sendiri?

Lalu apa yang Harus Kita Lakukan agar Bisa Mengenal Diri Sendiri?

Gambar: pixabay.com/revcodes

Hal utama yang perlu kita lakukan dalam mengenal diri sendiri adalah melakukan penerimaan. Penerimaan itu sama dengan kesediaan kita dalam menerima bakat, kemampuan dan menyadari keterbatasan diri kita sendiri. Orang yang bisa menerima dirinya biasanya dia akan memiliki kepercayaan diri. Dia juga sudah bisa mencintai dirinya dan bisa memahami bahwa memang tidak ada yang sempurna, termasuk diri kita sebagai manusia. 

Penerimaan diri akan memudahkan kita mengenal diri kita sepenuhnya.  Mengenal diri sendiri sebenarnya memang membutuhkan proses. Kita tidak bisa membuat deadline atau target ketika kita berusaha mengenal diri kita yang sebenarnya. Segala proses kehidupan, pengalaman dan sikap kita dalam menghadapi sesuatu adalah bagian dari proses kita menemukan diri sendiri dan terkadang memang itu butuh waktu. Jalani saja hari ini sambil belajar memahami  diri dari setiap proses yang terjadi.

Saya sendiri pun masih berproses dalam mengenal diri sendiri. Untuk saat ini upaya pengenalan diri saya adalah dengan berusaha untuk fokus pada hal-hal yang membuat saya bahagia, apalagi saya adalah seorang ibu dari tiga puteri yang saya sayangi. Kalau kata orang, seorang ibu itu harus bahagia karena ia bisa menularkan kebahagiaan itu kepada seluruh keluarganya. Dan saya pikir, itu ada benarnya juga. 

Saya sebenarnya tidak butuh me time yang ribet-ribet. Ga perlu harus dinner ke restoran, harus nonton ke bioskop, harus pergi liburan kesini dan kesitu untuk bisa bahagia (ah yang bener? hehe). Walaupun kalau misalnya dikasih kesempatan begitu ya alhamdulillah, kalau pun tidak ya nggak masalah karena pada dasarnya saya memang lebih suka dirumah. 

Saya hanya ingin punya waktu untuk menekuni hobi (salah satunya menulis) tanpa perlu diganggu oleh siapapun atau apapun. Itu saja. Dan kadang untuk itu pun masih sulit untuk dijalani. Makanya ketika punya waktu untuk menulis dengan tenang, itu sudah menjadi semacam privilege tersendiri yang harus saya syukuri.


Gambar : pixabay.com/ulleo


Sejak awal, resolusi yang ingin saya lakukan tidaklah muluk-muluk. Saya hanya ingin konsisten untuk menulis karena menulis adalah salah satu upaya untuk semakin mengenal kemampuan diri saya sendiri. Saya menyadari bahwa setiap kali menulis saya menjadi bersemangat dan bahagia. Saya juga mulai mengikuti lomba-lomba ataupun sekedar berbagi tulisan di blog pribadi dan sosial media.

"Write only what you love, and love what you write. The key word is love. You have to get up in the morning and write something you love, something to live for". (Ray Bradbury) 

Ada tema-tema menulis yang membuat saya senang ketika menuliskannya, misalnya saja tema tentang mengenal diri dan tema tentang kenangan masa kecil. Dulu saya pernah menulis tentang pengalaman saya sewaktu kecil. Ketika menuliskan itu entah kenapa saya merasa begitu bahagia. 

Saya seakan  ditarik ke masa lalu yaitu ke masa-masa yang begitu berkesan dalam hidup saya dan efeknya ternyata  sangat menyenangkan. Saya tak menyangka bahwa saya akan merasa sebahagia itu hanya dengan menulis. Menulis tentang hal yang kita sukai ternyata bisa membawa efek seperti itu. 

Pernyataan bahwa writing is healing sepertinya ada benarnya ya. Tidak harus selalu tentang writing sebenarnya, ada juga orang yang melakukan healing dengan melakukan aktivitas lain, seperti berkebun, memancing, traveling, memasak dsb. Tak masalah. 

Itulah pentingnya kita mengenal diri kita sendiri agar kita bisa melakukan healing yang tepat dan mewujudkan bahagia dengan cara kita masing-masing.
Semoga kita bisa terus belajar untuk mengenal diri ya. Dengan semakin mengenal diri, maka kita akan semakin mudah untuk bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Yuk semangat memerdekakan jiwa dengan semakin mengenali diri kita..💓


6 komentar:

  1. Bersahabat dengan diri sendiri menurutku lebih sulit..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lebih ke mengenal diri sendiri sih istilahnya. Dan memang gak mudah sih krn kadang bs membutuhkan waktu untuk tahu potensi, kekurangan dan minat diri.

      Hapus
  2. Memang mencintai diri sendiri itu nomor 1.
    Untuk menjauhkan diri sendiri dari rasa sombong juga dengan bersyukur. Sebenarnya smuanya mudah dilakukan jika sudah tau bgmn caranya intropeksi dan menerima diri sendiri. Hidup smkin aman dan nyaman dengan mencitai diri sendiri terlebih dahulu😊👍

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, dan akan lebih sulit untuk mencintai dan melakukan penerimaan jika kita abai pada kebutuhan dan keinginan diri kita.

      Hapus
  3. Mengenal diri adalah kunci mengenal Tuhan. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan menyembah Allah tidak ada ketakutan atau dibatasi oleh ini itu ... Welcome to my blog Desmiarti.com

    BalasHapus
  4. Tulisan yang sangat menginspirasi dan Orisinil ... Saya sebenarnya hobi menulis makanya membuat blog Minda Art , tapi sekarang malah 'agak' malas! Apa tipsnya supaya rajin menulis?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.