4 Rekomendasi Aplikasi Untuk yang Suka Membaca

Gambar : pixabay.com/kaboompics



Kali ini saya mau sharing tentang empat aplikasi membaca yang saya gunakan untuk membaca buku. Aplikasi ini bisa kamu download di Play store. Selama ini saya sebenarnya suka membaca buku dalam bentuk hardcopy, bukan softcopy seperti pdf dan sejenisnya. Tapi kalau beli kan lumayan juga ya harganya. Belum lagi di rumah banyak sekali buku-buku lama yang menumpuk sehingga malah membuat rumah jadi makin sempit.

Oleh karena itu, lambat laun saya mulai mengganti kebiasaan buku hardcopy dengan membaca buku online dan ternyata seru-seru aja ya. Setidaknya nggak perlu khawatir bukunya akan dicoret-coret anak di rumah hehe.


Nah, keempat aplikasi membaca ini cukup bagus terutama buat saya yang sukanya gratisan hahaha. Saya bisa memilih banyak buku untuk bacaan di rumah. Hanya bermodalkan internet, saya bisa memilih buku yang saya suka. Tentu semua ada plus minusnya ya, tapi buat saya aplikasi ini sangat membantu ketika saya ingin melakukan riset saat menulis. Yuk bagi yang penasaran silakan disimak ya.

1. Ipusnas




Mungkin sudah banyak yang tahu dengan aplikasi ini. Ipusnas merupakan layanan resmi dari perpustakaan nasional. Kelebihan aplikasi ini yang pasti adalah gratis. Kita bisa memilih buku dari berbagai genre. Koleksi bukunya pun cukup banyak. Kita bisa meminjam hingga 3 buku dan beberapa buku stoknya cukup banyak.

Sebelum meminjam kita juga harus mendaftar dulu ya. Cara mendaftarnya pun cukup mudah. Kita tinggal mendaftar melalui akun Gmail ataupun Facebook. Setelah itu kita sudah bisa pinjam buku deh.

Nah, kalau kita membahas kekurangannya, kadang ipusnas ini hanya menyediakan 1 buku saja untuk judul tertentu (dan biasanya emang buku populer gitu). Akibatnya orang-orang banyak mengantri ingin meminjam buku. Sampai sekarang saja saya belum bisa membaca satu buku yang saya pilih karena stoknya sangat sedikit dan yang ngantri ternyata banyak banget. Padahal sudah berbulan-bulan mengantrinya. Akhirnya ya sudahlah, kadang saya harus mencari buku lain sebagai pengganti, untungnya Ipusnas punya banyak koleksi buku yang menarik, jadi sejauh ini gak terlalu bemasalah sih dengan kekurangan itu.

2. Ijakarta



Secara tampilan, IJakarta mirip sekali dengan Ipusnas. Hanya warna dan logonya saja yang berbeda. Dari namanya pasti sudah tahu ya, kalau ini adalah perpustakaan digital milik Pemprov DKI Jakarta. Kelebihan buku ini (selain gratis tentunya), adalah halamannya bisa discreenshoot, haha. Kadang jika ada dialog atau kutipan yang berkesan buat saya, suka saya screenshoot dan simpan. Kalau Ipusnas, applikasinya tidak membolehkan kita merekam atau melakukan ss. Mungkin khawatir bukunya dibajak kali ya. Trus kadang ada beberapa judul di Ipusnas yang ternyata tidak tersedia atau kuotanya sedikit, tapi ketika dicek di IJakarta ternyata ada. Makanya, saat membaca buku tertentu, saya suka crosscheck dulu ke Ipusnas atau Ijakarta, karena kadang buku yang saya cari tersedia di salah satu aplikasi membaca tersebut.

Kekurangan dari aplikasi membaca satu ini adalah koleksi bukunya memang tidak selengkap dan sebanyak Ipusnas meski kadang ada beberapa judul yang justru available di Jakarta.

Untuk meminjam di aplikasi ini caranya sama dengan ipusnas. Cukup mendaftar dengan akun email ataupun Facebook, maka kita sudah bisa meminjam.

3. Lontara



Saya sebenarnya belum lama tahu aplikasi membaca ini. Awal mulanya saya tahu Lontara dari perlombaan menulis yang saya ikuti dan Lontara merupakan penyelenggaranya saat itu. Aplikasi ini cukup berbeda dengan dua aplikasi sebelumnya terutama dalam tampilan dan koleksinya. Buku yang disediakan disini lebih banyak buku bergenre cerita fiksi. Yang menarik dari aplikasi ini adalah koleksi bukunya banyak terbitan baru, bahkan penulisnya pun banyak juga dari penulis baru.

Aplikasi ini memang menyediakan koleksi buku berbayar dengan harga yang menurutku cukup murah. Selain berbayar, ada juga buku-bukunya yang gratis. Secara tampilan, saya memang lebih suka tampilan dari Lontara. Tapi untuk koleksinya, saya prefer ipusnas dan Ijakarta.

Jika ingin meminjam, menyewa atau membeli bukunya, tinggal daftarkan saja akun emailmu. Alur pendaftarannya sama saja dengan dua applikasi sebelumnya. Tidak sulit pokoknya.

4. EPerpusdikbud



Saya baru saja menginstall aplikasi ini karena saya pun baru tahu juga sebenarnya. Ternyata lumayan lengkap juga koleksinya, bahkan gak hanya koleksi buku, tapi koleksi koran pun juga ada.

Kalau saya lihat dari keterangan aplikasinya, ternyata Eperpusdikbud juga bekerja sama dengan Gramedia, jadi kemungkinan koleksi dari penerbit Gramedia akan banyak tersedia disini.

Secara tampilan juga lebih menarik dibandingkan aplikasi membaca lainnya. Tampilan terlihat modern dan nyaman dibaca. Kita juga bisa memilih buku berdasarkan kategori yang kita cari, baik itu fiksi maupun nonfiksi. Tinggal piliihh... Gratisss. 

Untuk kekurangannya saya juga kurang begitu tahu karena saya belum lama install dan baru membaca satu buku. Tapi yang jelas, aplikasi ini bisa menjadi salah satu referensi yang kamu gunakan jika ingin membaca buku berbeda.


Nah itulah empat aplikasi membaca yang saya install di hp saya. Sebenarnya ada banyak sekali applikasi membaca lainnya ya, tapi saya sih sudah cukup nyaman dengan empat aplikasi tersebut. Nah kalau kamu sendiri, apakah punya aplikasi membaca favorit juga? Atau kapan terakhir kali kamu membaca? hehe.

6 komentar:

  1. Saya biasanya baca melalui ipusnas. Mau baca novel pun banyak sekali koleksinya. Nyaman laj buatku..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Di Ipusnas juga uda lumayan lengkap.

      Hapus
  2. mantap ni buat referensi nugas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul. Applikasinya sangat bermanfaat bagi anak2 sekolah atau kuliah.

      Hapus
  3. Langsung cuzzzz wajib instal iniπŸ˜ŠπŸ‘

    BalasHapus

Silahkan berkomentar dengan baik dan santun. Makasih yaa.