Tampilkan postingan dengan label 2 tahun. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2 tahun. Tampilkan semua postingan




www.familyeducation.com
 

By the way, ini sebenarnya adalah catatan lamaku. Waktu itu aku membaca diskusi di sebuah grup Ibu-ibu dan menurutku diskusinya sangat menarik, Sayang saja kalau sampai disimpan untuk diri sendiri.

Tema pembahasan saat itu adalah tentang si "terrible twos". Hayoo, siapa disini yang memiliki anak usia dua tahun? Sebagai seorang emak-emak dari tiga orang anak, aku sendiri juga merasakan anak-anakku berada pada fase ini. Anakku yang paling kecil pun juga sekarang sudah lebih dari dua tahun.

Memasuki fase dua tahun menurutku adalah masa-masa yang menantang. Anak mulai suka melakukan sesuatu sendiri, mudah ngambek, suka bilang nggak, wkwk. Belum di tingkat parah sih, tapi kadang suka bikin emosi juga liatnya. Perkara memilih baju saja bisa membuatnya menangis. 

Kalau ditelaah dari ilmu psikologi, masa 2-3 tahun itu emang merupakan masa anak mulai belajar mengekspresikan emosi dan keinginan mereka. Dulu pas jadi pengajar di TPAM, aku juga sempat jadi PJ yang memegang kelompok anak dua tahun. Sungguh beda menghadapi anak usia ini dibanding kelompok lain. Kesabarannya harus lebih ekstra, hihi. Padahal saat itu aku lagi menghadapi anak orang lho. Yang ketemunya saja cuma 4 hari seminggu. Tapi udah bikin capee... xD. Nah apalagi sekarang ya, pas ngadepin anak sendiri yang tiap hari ketemu 1x24 jam.

Saat membahas soal ini, aku jadi teringat pada perkataan dosenku saat di bangku kuliah. Beliau adalah dosen Perkembangan sekaligus koordinator di tempatku bekerja, Mbak Vivi namanya.

"Yang megang kelompok kepompong (*kelompok kepompong itu adalah kelompok anak usia 2-3 tahun) harus sabar ya... karena fase anak dua tahun adalah fase dimana mereka mulai ingin bersikap mandiri, mulai ga mau dibantu orang lain, mulai ingin melakukan sesuatu atas kehendak mereka sendiri tanpa di atur-atur, ingin mencoba hal baru sekalipun itu sesuatu yang bisa berbahaya buat mereka (karena mereka emang belum tahu apa itu bahaya dan kalau di kasih tau malah marah... haiyah)". Di fase ini anak juga mulai suka tantrum dan jangan aneh juga kalau mereka akan sering mengatakan kata "tidak", "nggak", dan sejenisnya,"


Fase dua tahun disebut juga fase peralihan. Kalau di usia 1 tahun anak masih bergantung dengan ayah bundanya. Mereka masih takut-takut terhadap sesuatu (jadinya lebih nurut). Mereka juga belum terlalu berani untuk melakukan sesuatu (kecuali di dorong oleh ayah bundanya). Nah, maka di usia dua tahun, mereka mulai merasa yakin dengan kemampuan diri mereka sendiri. Hal ini tidak terlepas dari kemampuan motorik mereka yang terus berkembang. Mereka cenderung sudah lancar berjalan ataupun berlari. Genggaman tangan juga sudah lebih kuat.  Hal tersebut menimbulkan perasaan bahwa mereka "lebih berkuasa" atas diri mereka sendiri. Sayangnya hal tersebut tidak di dukung oleh pengetahuan yang mumpuni, sehingga hal berbahaya pun kadang mereka lakukan. 


foto : apkpure.com


Usia Dua Tahun Mirip Seperti Masa Remaja


Kalau kata dosenku, masa peralihan pada anak di usia dua tahun ini mirip seperti masa remaja. Misalnya tipe yang "sok-sokan", mulai nggak mau dinasehatin, nggak mau dikasih tahu. Merasa bisa melakukan segalanya dan bertindak sendiri, padahal dia sebenarnya belum punya banyak pengalaman. Makanya terkadang ortu juga suka dibuat bingung sama sikap anak remaja. Nah, mirip seperti itulah fase 2 tahun ini. Bahkan kata dosenku, ada buku khusus sendiri yang membahas tentang fase 2-3 tahun ini, saking spesial dan uniknya.

Mereka Perlu Dibimbing Untuk Tidak Penakut dan Tidak Sok Tahu


Nah, difase ini tugas orang tua tentunya adalah membimbing. Membimbing pun juga tidak boleh ekstrem. Harus moderat, tidak boleh terlalu galak ataupun terlalu permisif. Kalau terlalu galak, anak kelak malah akan tumbuh jadi sosok yang penakut (karena jadi takut salah dan takut dimarahi), tidak percaya diri atas kemampuan sendiri (karena sering disalahkan), tidak berani dan pemalu. Pun kalau terlalu dibiarkan nantinya dia akan tumbuh jadi anak yang pembangkang, terlalu bebas dan sesuka hati (karena terbiasa dibiarkan aja, atau segala keinginan dituruti). Agak repot kan? haha.. Itulah seni dan tantangan jadi orang tua ya. Gak akan ada habis-habisnya.

Intinya sih memang ada hal-hal yang harus dituruti anak jadi sebagai orang tua kita harus mampu bersikap tegas. Tegas disini bukan malah menjadikan kita orang tua yang galak dan sering marah-marah. Marah dan tegas itu beda soalnya. Perbedaannya bisa dilihat dari intonasi suara. Kalau tegas cenderung datar dan menggunakan kalimat singkat. Kalau marah, cenderung bernada tinggi, membentak dan teriak (aku juga masih harus banyak belajar nih untuk lebih mengatur emosi dan bersikap tepat dalam menghadapi anak-anak). 
Kalau boleh saya mengutip perkataan salah satu temanku yaitu Jayaning Hartami,

"Fase 2-4th memang lagi masa anak belajar mengekspresikan emosi dan keinginan mereka. Dan terkadang di beberapa anak jadi muncul perilaku teriak, mukul, dsb yang kalo dipersepsi kepala kita dianggap sebagai "perilaku menyimpang". Padahal yang ada di kepala anak kita, "Mommy. This is how I rule my world." Mereka butuh kemampuan untuk "mengontrol" dunia mereka, tapi mereka nggak tau caranya. Jadi saat mereka sengaja ataupun tidak memukul atau teriak, terus ibunya atau orang di sekelilingnya tiba-tiba jadi perhatiin si anak atau malah ngomel dsb, mereka merasa perilaku mereka adalah benar. Mereka senang mendapat "perhatian" itu."


Lalu, apa yang harus kita lakukan ketika anak kita melakukan hal yang tidak kita inginkan? Misalnya teriak-teriak, atau mukul-mukul.  Yang pertama adalah jangan reaktif akan perilaku anak di depan umum.
Meskipun mungkin pada saat tersebut, kita malu diliat orang-orang dan rasanya pengen ngomel di tempat, tapi cobalah tenang dulu (widih.. praktiknya nih yang kudu dilatih) . Dan hal kedua yang perlu dilakukan adalah kita tunggu saat anak sudah tenang, barulah diajak ngobrol berdua "eyes to eyes". 

Kalau kata psikolog dalam sebuah artikel, terkadang anak berusaha menarik perhatian dengan perilaku menyimpang, karena buat anak mendapat omelan ortu masih lebih baik ketimbang nggak diperhatiin sama sekali (jleb ga tuh?). Makanya untuk para orang tua, jangan sampai abai yaa. Kalau melihat anak berperilaku baik, berikan kecupan sayang dan perhatian saat itu juga. Terkadang kita ini lebih cepet nyadar saat anak lagi berperilaku "jelek" ketimbang saat dia berperilaku baik. 

Pada saat dia berperilaku manis eh kitanya malah nggak ngeh... heuuuh. Jadinya si anak kan mikir, "Kayaknya ayah dan ibu lebih ngeh kalau aku teriak-teriak deh daripada aku bisa ngerapihin mainanku sendiri. Ya udah deh aku teriak aja." Begitu kira-kira pikiran yang muncul di diri anak-anak kita. Maka dari itu, hal utama dan paling utama yang perlu dilakukan adalah orang tua harus instrospeksi diri. Jangan-jangan ortu kurang mengapresiasi sikap manis anak selama ini hingga akhirnya anak mencari perhatian dengan "caranya" sendiri.




foto: activebabiessmartkids.com.au

Mengisi Tangki Cinta


Yang perlu diketahui ortu adalah, tiap anak itu punya "tangki cinta"nya masing-masing. Mereka punya tangki cinta yang berbeda. Ada anak yang "tangki cinta"nya adalah sentuhan. Ada yang dengan pujian, hadiah, dsb. Maka, orang tua harus cari tahu, "Kira-kira tangki cinta anakku apa ya?" Jadi, untuk mencegah anak berbuat "aneh2" dengan mencari perhatian dengan cara yang kurang tepat, maka tinggal penuhi tangki cintanya. Sama seperti anakku, kalau dia sudah mulai keliatan kesal, berontak dsb, biasanya aku coba peluk, sambil cium dan bilang "sayang". Biasanya dia akan "lumer" dan tidak jadi tantrum.

Mengasuh anak memang tantangannya berat, tapi mudah-mudahan ke depannya kita bisa makin lebih baik jadi orang tua. Seperti halnya kata Ibu Kiki Barkiah,

"Repot urusan anak diwaktu kecil itu PASTI. Repot urusan anak diwaktu dewasa itu PASTI ADA YANG SALAH. Repot urusan anak di negeri akhirat itu PASTI MERUGI."


Semoga kita semua bisa menjadi orang tua yang sabar, penyayang dan bisa memberikan contoh dan teladan baik bagi anak-anak kita kelak, Aamiin.



And for the last, this is reminder to myself, huhu. Semangaat... Semangat! Harus lebih sabar yaa.. *pukpuk diri sendiri.






************************************************
Jika Berkenan, Silahkan baca juga link berikut:

Agar Anak Nyaman Belajar











View Post
Oke... ternyata sulit juga konsisten menulis di blog.

Apalagi nayra kemarin sering mengambil alih laptop sampe akhirnya harus ku sembunyiiin biar ga dimainin terus...


btw, langsung aja  beberapa update tentangku beberapa bulan terakhir. Sebenarnya sih ada lumayan banyak, tapi yang ditulis yang diingat aja. Ga bisa mikir lama-lama karena ini jarang-jarang lagi pengen nulis di blog dan lagi pas momentumnya (maksudnya nayra uda tidur, aku uda makan malam, uda sholat isya... jadi bisa santaaai duluu). Yang ditulis adalah yang saat ini sedang terlintas di pikiran.

1. Nayra rutin kontrol ke dokter Ananda Depok.
Sejauh ini sih cocok.. alhamdulillah. Pertama kontrol akhir februari kemarin hingga kini. Proses perkembangan nayra naik turun karena ga selalu ngikutin saran dokter. Dokter Ananda itu boleh dibilang dokter yang unik karena punya "kemampuan" yang ga dimiliki oleh dokter-dokter biasa. PAsiennya banyak bingit. Sampe kita daftar pun harus jam 4 pagi biar dapat antrian no 10 ke atas. kalau uda jam 8 pagi antriannya bisa dapat 20an.. which means bakal diperiksa jam 8 malam ke atas. 

2. i'm pregnant
Well okay... pas tahu pertama kali kalau lagi hamil sejujurnya ga begitu excited.  Dulu sih kepikiran baru pengen punya anak kedua kalau nayra uda 3 tahun (yang berarti beda usianya 4 tahun sama adeknya). Plus juga pengennya nayra uda lulus toilet training, uda ga menyusui, dan nayra uda membaik kondisinya alias ud sembuh hipersensitifnya... ternyata oh ternyata.. ketiganya belum ada yang terwujud. JAdi sebenarnya rada was-was dan ga terlalu tenang dengan kehamilan sekarang... Tapi ya namanya rejeki masa sih di tolak? akhirnya coba dijalani deh.. meski kondisi emosi ternyata emang naik turun... apalagi kalau nayranya lagi kumat sakitnya.. bawaannya sedih dan nyesal banget... padahal kondisi emosi kayak gitu kan ga bagus buat ibu hamil... Belum lagi hal hal lain yang menguras emosi... Jujur aja sih aku rada cuek sama kehamilan yang sekarang. Makan juga ga terlalu berselera.. padahal kalau lagi hamil kan harusnya banyak nutrisi. kasin juga sih sama si calon baby.. tapi ga tahu kenapa emang ga berselera banget mau makan... bahkan di usia 6 bulan sekarang cuma naik 5 kg doang. Ga keliatan gemuk sama sekali akunya... makanya tetangga juga ga nyangka kalau aku hamil. pas cek bulan kemarin sih kondisi baby baik-baik aja.. alhamdulillah. makanya, aku pikir mungkin makanan  yang aku makan kebanyakan di serap sama si kecil. Sejauh ini alhamdulillah dede bayi kooperatif (insya Allah sampai ntar ngelahirin ya nak), puasa kemarin juga ikut puasa meski pas siang sempat lemes mpe cuma tidur doang siangnya. Tapi alhamdulillah ga ada yang aneh-aneh. Pokoknya Sehat sehat terus ya nak... maafkan ibu kalau makannya kurang optimal...  Oh ya, rencananya pas hamil ini pengen ngelanjutin program hafal quran yang (Selalu) terbengkalai. PAdahal kemarin uda mulai semangat lho.. tapi kok pas hamil malah kendor hafalannya... padahal harusnya kan makin semangat.. uda sebulan lebih ga setor apa-apa ke grup. Mudah-mudahan bisa segera lanjut lagi dan target bisa tercapai. Aamiin.

3. Mudik ke Bengkulu
Lebaran tahun ini Alhamdulillah bisa mudik juga (Akhirnyaaa...) setelah sebelumnya sempat ketar ketir antara jadi mudik atau nggak. beli tiketnya aja baru h+3 lebaran lho. Padahal kan harganya bakal mahal banget. tapi alhamdulillah tetep bisa dapat yang murah. Pulang sekitar seminggu. Di Bengkulu bener2 meningkat nafsu makanku. Tiap makan pasti nambah deh... padahal lauknya biasa.. cuma ikan goreng di sambal..sama sayur.. tapi masya Allah... nikmat bangetttt.... nambah 3 kg pas di bengkulu. Padahal cuma seminggu.. nasinya juga enaaakkk... pas dengan seleraku... haduh pengen balik ke bengkulu lagi rasanya... maak baak... pengen pulangggg.... Pas pulang ke serpong soalnya beda banget.... nafsu makan langsung turun lagi... apa aku lagi homesick ya? Emang ya makanan di rumah (bengkuilu) ga akan ada yang bisa menandinginya.... hikssss.... pengen mudik lagii... huaaaaaa.... 


4. tentang nayra

Sebenarnya perkembangan nayra cukup banyak. yang jelas sekarang dia uda ga mimik lagi... uda hampir 5 bulan ini sih stopnya... alhamdulillah, berjalan cukup lancar... sekarang lagi keliatan pengen mandiri... habis mandi pengen lap sendiri pake handuk, makan pengen sendiri (meski ujungnya nanti tetep minta disuapin sih.. hehe), gosok gigi juga maunya sendiri uda ga mau digosokin, pokoknya segala sesuatu harus minta persetujuan dia... hihi... kalau nggak ntar dia marah. beberapa hal harus mengikuti prosedur nayra, contohnya pas makan, harus cuci tangan, baca doa dan minum air putih dulu.. (it's a must) kalau nggak ntar dia protes. Kalau mau kemana mana di dalam rumah harus pake sendal (makanya sendalnya harus di cuci dulu biar bersih), trus kalau ngelewatin keset (yang didepan kamar mandi) semua kesetnya harus dilewatin (kesetnya kan ada 3 tuh) semuanya harus diinjek sama nayra. Kalau kelupaan, ntar dia bakal balik lagi lho cuma buat nginjek doang... Yang masih belum sukses ini toilet training (ini karena emaknya masih nanggung juga sih ngajarinnya). Pengennya nanti  sebelum nayra 3 tahun uda lulus toilet training. maksimal sebelum nenek dan datuk datang ke serpong. Ya Allah mudah-mudahan bisaaaa... aamiinnnn...



Yup, sekian deh ya. Pengen tidur dulu. Mudah-mudahan besok bisa lebih baik dari hari ini.. cemungudddh!!
View Post