Tampilkan postingan dengan label Motherhood. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motherhood. Tampilkan semua postingan
Gambar : pixabay.com/Peggy_Marco


Saat ini saya sedang membaca buku yang membahas tentang jiwa merdeka. Sebenarnya saya ingin merangkum buku itu dalam rangka peringatan hari kemerdekaan Indonesia hari ini (Dirgahayu Indonesiaku!!), namun sayangnya saya belum selesai membacanya karena selama dua hari kemarin badan meriang akibat selesai vaksin. Jadi rencana pun gagal sudah.

Ada poin menarik yang saya dapatkan dari buku tersebut, bahwa jika kita ingin memiliki jiwa merdeka maka terlebih dahulu kita harus mengenal diri kita sendiri. Kita harus tahu apa kekurangan dan kelebihan kita. Kita juga harus bisa memahami potensi dan bakat kita ada di bidang apa. Kita harus tahu apa yang sebenarnya kita inginkan dan apa harapan kita kedepannya.

Intinya, kita harus mengenal diri kita sepenuhnya. Dengan begitu kita bisa bergerak menjadi sosok yang merdeka. Jika kita sendiri bingung dengan jati diri kita, maka kita akan terombang-ambing dengan kehidupan kita di masa yang akan datang. Kita tidak punya tolak ukur, prinsip, visi dan misi hidup. Lalu bagaimana kita bisa menjadi jiwa yang merdeka jika kita masih bingung akan diri kita sendiri?

Lalu apa yang Harus Kita Lakukan agar Bisa Mengenal Diri Sendiri?

Gambar: pixabay.com/revcodes

Hal utama yang perlu kita lakukan dalam mengenal diri sendiri adalah melakukan penerimaan. Penerimaan itu sama dengan kesediaan kita dalam menerima bakat, kemampuan dan menyadari keterbatasan diri kita sendiri. Orang yang bisa menerima dirinya biasanya dia akan memiliki kepercayaan diri. Dia juga sudah bisa mencintai dirinya dan bisa memahami bahwa memang tidak ada yang sempurna, termasuk diri kita sebagai manusia. 

Penerimaan diri akan memudahkan kita mengenal diri kita sepenuhnya.  Mengenal diri sendiri sebenarnya memang membutuhkan proses. Kita tidak bisa membuat deadline atau target ketika kita berusaha mengenal diri kita yang sebenarnya. Segala proses kehidupan, pengalaman dan sikap kita dalam menghadapi sesuatu adalah bagian dari proses kita menemukan diri sendiri dan terkadang memang itu butuh waktu. Jalani saja hari ini sambil belajar memahami  diri dari setiap proses yang terjadi.

Saya sendiri pun masih berproses dalam mengenal diri sendiri. Untuk saat ini upaya pengenalan diri saya adalah dengan berusaha untuk fokus pada hal-hal yang membuat saya bahagia, apalagi saya adalah seorang ibu dari tiga puteri yang saya sayangi. Kalau kata orang, seorang ibu itu harus bahagia karena ia bisa menularkan kebahagiaan itu kepada seluruh keluarganya. Dan saya pikir, itu ada benarnya juga. 

Saya sebenarnya tidak butuh me time yang ribet-ribet. Ga perlu harus dinner ke restoran, harus nonton ke bioskop, harus pergi liburan kesini dan kesitu untuk bisa bahagia (ah yang bener? hehe). Walaupun kalau misalnya dikasih kesempatan begitu ya alhamdulillah, kalau pun tidak ya nggak masalah karena pada dasarnya saya memang lebih suka dirumah. 

Saya hanya ingin punya waktu untuk menekuni hobi (salah satunya menulis) tanpa perlu diganggu oleh siapapun atau apapun. Itu saja. Dan kadang untuk itu pun masih sulit untuk dijalani. Makanya ketika punya waktu untuk menulis dengan tenang, itu sudah menjadi semacam privilege tersendiri yang harus saya syukuri.


Gambar : pixabay.com/ulleo


Sejak awal, resolusi yang ingin saya lakukan tidaklah muluk-muluk. Saya hanya ingin konsisten untuk menulis karena menulis adalah salah satu upaya untuk semakin mengenal kemampuan diri saya sendiri. Saya menyadari bahwa setiap kali menulis saya menjadi bersemangat dan bahagia. Saya juga mulai mengikuti lomba-lomba ataupun sekedar berbagi tulisan di blog pribadi dan sosial media.

"Write only what you love, and love what you write. The key word is love. You have to get up in the morning and write something you love, something to live for". (Ray Bradbury) 

Ada tema-tema menulis yang membuat saya senang ketika menuliskannya, misalnya saja tema tentang mengenal diri dan tema tentang kenangan masa kecil. Dulu saya pernah menulis tentang pengalaman saya sewaktu kecil. Ketika menuliskan itu entah kenapa saya merasa begitu bahagia. 

Saya seakan  ditarik ke masa lalu yaitu ke masa-masa yang begitu berkesan dalam hidup saya dan efeknya ternyata  sangat menyenangkan. Saya tak menyangka bahwa saya akan merasa sebahagia itu hanya dengan menulis. Menulis tentang hal yang kita sukai ternyata bisa membawa efek seperti itu. 

Pernyataan bahwa writing is healing sepertinya ada benarnya ya. Tidak harus selalu tentang writing sebenarnya, ada juga orang yang melakukan healing dengan melakukan aktivitas lain, seperti berkebun, memancing, traveling, memasak dsb. Tak masalah. 

Itulah pentingnya kita mengenal diri kita sendiri agar kita bisa melakukan healing yang tepat dan mewujudkan bahagia dengan cara kita masing-masing.
Semoga kita bisa terus belajar untuk mengenal diri ya. Dengan semakin mengenal diri, maka kita akan semakin mudah untuk bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita. Yuk semangat memerdekakan jiwa dengan semakin mengenali diri kita..💓


View Post

Beberapa waktu lalu saya berkesempatan mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh IIDN. Bagi yang belum tahu, IIDN ini merupakan sebuah Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis dan menjadi wadah bagi ibu-ibu yang suka menulis untuk terus belajar mengembangkan minatnya. IIDN terbentuk tahun 2010 yang waktu itu didirikan oleh Indari Mastuti. Saat ini Ibu-ibu Doyan Nulis diketuai oleh Widyanti Yuliandari dan terus berkembang hingga sekarang. Anggota di grup facebooknya bahkan sudah mencapai lebih dari 22 ribu. Banyak juga rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan bekerja sama dengan brand-brand besar. 

Baru-baru ini IIDN juga mengadakan kegiatan Festival Perempuan Indonesia 2021 dalam rangka merayakan hari jadinya yang ke-11. Sebenarnya menarik sekali karena dalam kondisi pandemi, ternyata IIDN tetap mampu melakukan kegiatan yang bermanfaat dan menginspirasi banyak perempuan. Berikut adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan dalam Festival Perempuan Indonesia :

1. Talkshow "Perempuan dan Menulis" dengan pembicara Kirana Kejora dan Widyanti Yuliandari.
2. Talkshow "Perempuan dan Lingkungan" dengan pembicara Anjarwati, S.Si.,M.Env. dan Aryenda Atma.
3. Talkshow "Perempuan dan Kekuatan Diri" dengan pembicara Artha Julie Nava dan Intan Maria Lee.



Selain acara talkshow, ada juga blog tour dan virtual class Natural Korean Make Up for Daily yang berkerjasama dengan brand kosmetik Wardah. Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan acara Puncak yang berisi Sharing Session bersama Damar Aisyah, Mugniar Marakarma dan Wiwin Pratiwanggini. Ada pula acara hiburan berupa kuis berhadiah dan pengumuman pemenang hadiah dari Wardah.

Nah, dalam beberapa rangkaian kegiatan tersebut, saya berkesempatan untuk mengikuti salah satu Talkshow yang berjudul Perempuan dan Kekuatan Diri. Topiknya menurut saya sangat menarik karena sangat relate dengan kehidupan para perempuan terutama perempuan di Indonesia.


Banyak pesan yang saya tangkap dalam talkshow tersebut dan kali ini saya akan coba bagikan kedalam beberapa poin.  Poin-poin tersebut ada yang saya tulis dengan bahasa sendiri tanpa bermaksud mengurangi atau melebihkan isi materi. Berikut beberapa poin yang saya dapatkan, semoga bisa bermanfaat dan memotivasi kita semua.


Hei Perempuan Indonesia, Belajarlah Mencintai Diri Sendiri!


Dalam acara talkshow Festival Perempuan Indonesia, pembicara pertama, Mbak Artha Julie menjelaskan tentang kondisi dan permasalahan yang sering dialami perempuan. Menurut beliau, perempuan adalah sosok yang paling banyak menghadapi problem dalam hidupnya. Mengapa? Karena perempuan seringkali tidak mengerti potensi dan kekuatan dirinya sendiri. Perempuan juga terkadang tak punya planning akan hidupnya sehingga ia pun mudah terbawa arus. Hal ini bermula karena perempuan banyak yang tidak bisa menjawab sebuah pertanyaan besar tentang:
"Siapa sih diriku yang sebenarnya?"

Problem yang dihadapi tersebut terkadang membuat perempuan tidak menghargai diri mereka sendiri. Itulah kenapa self love seakan menjadi PR yang harus diselesaikan. 

Apa itu Self Love?

Self love merupakan sebuah perspektif untuk melihat diri kita dengan cara berbeda dan dengan cara yang lebih baik. Self love merupakan upaya kita untuk mulai menaruh penghargaan pada diri dan kebutuhan kita.

Banyak perempuan yang selama ini lebih banyak memberi isi "botolnya" daripada mengisinya kembali. Padahal kita tidak sadar bahwa "botol" kita kadang sudah kosong. Apa yang mau kita berikan jika kita sendiri sudah tidak punya apa-apa? Kita akan menjadi mudah kesal dan marah kepada orang-orang disekitar kita, padahal mereka sudah terlanjur berharap agar kita selalu memberikan yang terbaik. 

Ketika kita sudah tidak bisa memberikan apa yang orang lain harapkan, muncullah rasa frustrasi. Rasa frustrasi ini  yang nantinya malah bisa berdampak pada anak-anak, suami maupun orang-orang terdekat kita. Semua hal negatif yang muncul pada diri kita kadang disebabkan karena ada hal-hal yang tidak terpenuhi dalam diri kita. Itu yang mungkin menjadi akar masalahnya.

Wujudkan Keseimbangan

Banyak perempuan yang lahir dalam kultur budaya Indonesia tumbuh dengan lebih mementingkan orang lain daripada dirinya sendiri. Sebenarnya memerhatikan kebutuhan orang lain memang bukanlah hal yang salah, tapi kita juga harus ingat bahwa kita sendiri punya kebutuhan yang harus kita penuhi. Ketika kita memenuhi kebutuhan orang lain kita juga hendaknya bisa merasa bahagia. Jika tidak bahagia, barangkali ada yang perlu diintrospeksi.

Yang jadi masalah adalah memang tidak mudah untuk bisa memenuhi keduanya karena kita memang bukanlah superwoman. Lalu apa yang harus dilakukan agar perempuan bisa seimbang dalam memenuhi dua kebutuhan tersebut?

Ciptakan keseimbangan dengan meminta bantuan pasanganmu. Peran suami sangat berpengaruh dalam menyeimbangkan hal tersebut. Di budaya barat, suami berperan lebih fleksibel dalam rumah tangga. Para lelaki terbiasa membersihkan rumah, mencuci piring dan memasak. Sementara di indonesia tidak selalu begitu. Jadi masalah utamanya lebih kepada pembiasaan, bagaimana caranya agar suami ikut serta dalam membantu pekerjaan rumah tangga dan bagaimana agar isteri mau bicara dari hati ke hati dengan suami tentang pembagian tugas dalam rumah tangga.

Ubah Mindset

Perempuan juga harus mulai belajar untuk melihat masalah bukan sebagai masalah. Lihatlah masalah sebagai kesempatan untuk berubah. Ketika mendapati masalah besar, maka lakukan upaya self love melalui beberapa cara berikut:

1. Bangun Kesadaran.
Pahami bahwa problem yang muncul merupakan cara Tuhan untuk membuat kita menjadi lebih baik. Problem yang ada bukanlah untuk menghancurkan diri kita. Mindset seperti itu dulu yang harus dibangun agar kita tidak berprasangka buruk terhadap kondisi yang ada.

2. Lakukan Penerimaan
Kita terima apapun yang terjadi pada diri kita, baik dan buruknya. Ibaratnya ketika kita tersandung batu, apakah kita harus mengeluh dan mengomeli batu itu hingga bertahun-tahun? Jadi terima dulu saja apapun yg terjadi karena jika kita tidak menerima, maka energi dan pikiran kita hanya akan habis terbuang karena memikirkan dan menyesali masa lalu. Jika sudah menerima, maka fokuslah pada problem solving, karena mencari solusi akan jauh lebih baik daripada meratap dan mengeluh terus menerus.

3. Mulailah Menata Hidup
Mulailah untuk memilih apa yang penting dan tidak penting dalam hidup kita. Fokuslah kepada hal penting dan apa yang harus dilakukan di masa depan. 

Membenahi mindset adalah hal yang penting. Kita harus mau menghargai dan menilai diri kita secara positif. Memang harus diakui bahwa ini tidak mudah, apalagi jika selama ini kita secara tak sadar telah menanamkan kepada diri bahwa kita tak berharga dan inferior. Mindset tersebut mungkin sudah tertanam kuat akibat pengalaman hidup ataupun faktor lingkungan. Ketika mencoba melakukan affirmasi pun kadang tidak berhasil. Lalu apa yang harus dilakukan?

Ubah Affirmasi

Sebagai contoh, kita berdiri di depan cermin dan mencoba memberikan affirmasi bahwa kita itu cantik, kita adalah perempuan hebat dsb. Sementara dalam batin kita muncul sebuah penolakan,
"Gak ah, aku gak cantik, aku jerawatan," 
"Aku gak hebat karena aku masih sering insecure". 

Jika penolakan terhadap affirmasi tersebut masih ada dalam diri kita, maka coba ganti kata-kata affirmasinya. Ucapkan kepada diri sendiri bahwa, 
"Saya dalam proses menghargai segala anugerah yang diberikan Allah kepada saya. Saya sedang dalam proses menghargai kecantikan yang diberikan Allah kepada saya. Saya sedang dalam proses menghargai tubuh saya. Saya dalam proses menjadi lebih baik,"

Ucapkanlah itu secara sadar dan rutin. Mudah-mudahan lama-lama nanti kita terbiasa. Ketika kita menyebutkan kata "dalam proses",  maka hati pun terasa lebih enteng karena kita tak  merasa tertekan gara-gara kita menganggap affirmasi itu tak sesuai dengan realita. 

Selain hal tersebut, berkumpullah dengan orang-orang yang suportif. Lakukan kegiatan menyenangkan seperti menonton dan membaca yang kira-kira bisa memberikan pengalaman yang positif.

Menerima Masa Lalu


Mbak Intan Maria sebagai pembicara kedua, menyebutkan bahwa Innerchild adalah diri seseorang yang berasal dari masa lalu atau masa kecilnya. Sebelum membahas lebih lanjut, Mbak Intan meminta para peserta untuk mencoba menulis pengalaman tidak menyenangkan yang terjadi di masa lalu atau masa kecil ke dalam buku. Biasanya ketika kita menceritakan perihal kejelekan yang kita alami di masa lalu, akan muncul emosi tidak nyaman. Nah, jika muncul emosi semacam itu, berarti ada emosi-emosi mengganjal yang belum selesai dan itu berkaitan dengan innerchild.

Apakah masalah di innerchild ini akan memengaruhi kehidupan seorang perempuan kedepannya?

Pada dasarnya ketika perempuan sudah tidak memiliki masalah dengan innerchild, maka ia akan bisa menunjukkan performa dan menunjukkan perasaan bahagia. Perempuan memang sosok yang tangguh, tapi ia juga sosok yang lemah. Dibalik ketangguhan seorang perempuan, tetap ada perasaan yang harus diisi. Hanya saja terkadang susah bagi diri kita untuk berdamai dengan hal-hal buruk di masa lalu sehingga itu hal yang perlu diperbaiki.


Bagaimana kalau saat dewasa kita masih ter-trigger dengan pengalaman innerchild yang buruk di masa lalu?

Pertama mencoba mengakui bahwa itu salah. Sadarilah bahwa hal itu hanya akan membuat kita tidak percaya diri. Ketika ingatan atau perasaan itu muncul, kita coba amati polanya. 
"Kenapa ya saya tiba-tiba ingat?"
"Apa ya yang menyebabkan saya ingat akan hal itu?"

Kedua, jika kita ingin berdamai dengan masa lalu maka kita harus menerima semuanya. Terimalah kebahagiaan, kesedihan, semua rasa takut dan kelola semuanya sesuai dengan porsinya masing-masing. Jangan lupa meminta kekuatan kepada Allah untuk membantu kita mengikhlaskan dan melewati semuanya.

Jejak Cerita Festival Perempuan Indonesia

Itulah beberapa pesan berharga yang saya dapatkan dalam acara talkshow yang diselenggarakan oleh IIDN. Akhir kata, saya ingin mengapresiasi Komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis yang sudah menyelenggarakan acara Festival Perempuan Indonesia dengan sukses. Menurut saya acaranya berjalan dengan baik dan peserta juga antusias mengikutinya. Pesan-pesan yang disampaikan juga sangat bagus karena memotivasi para perempuan Indonesia untuk menjadi sosok terbaik sesuai versinya masing-masing. 

Sudah 11 Tahun IIDN Berkarya, semoga Ibu-ibu Doyan Nulis bisa menjadi komunitas yang inspiratif dan memotivasi banyak perempuan Indonesia untuk berkembang lebih baik lagi. Ditunggu event selanjutnya!


View Post
Kejadian ini terjadi pagi tadi. Rasanya malu sekali karena saya sudah berprasangka buruk pada suami. Jadi ceritanya kemarin suami berkata ingin sekali makan sushi (ini siapa yang hamil, siapa pula yang ngidam.. hehe). Memang suamiku senang sekali makan sushi dan biasanya dia membelinya di mall aeon karena harganya lebih murah. Saya pun menjawab " Ya udah kalau mau makan sushi beli aja". Dia sempat bertanya apakah saya mau dititipin beli sesuatu? Saya bilang saya minta dibelikan bakso A*ung dan cream puff yang biasanya suka dibeli di aeon. Dia pun setuju dan berjanji akan membelikan pesanan saya,

Akhirnya pergilah ia ke aeon. Ternyata cukup malam ia pulangnya hingga saya pun sudah tertidur karena ngelonin bocah. Pagi harinya, saya bangun dan mengecek kulkas. Biasanya kalau beli makanan, ia akan masukkan ke kulkas. Tapi saat saya lihat ternyata tak ada. Saya coba cari di ruangan lain tetap ada. Saya justru menemukan buah durian, yang tak lain adalah buah kesukaan suami. Saya mulai kesal. Dalam hati saya mulai menggerutu "Kok bisa sih dia ga beliin pesananan saya. Yang ada malah dia membeli makanan kesukaan dia sendiri". Saya pun mulai cemberut, mulai ngambek. Saat suami mengajak berbincang hanya saya tanggapi sekedarnya. Hingga akhirnya tak tahan berdiam diri, saya pun mulai bertanya "Kok kamu ga beliin saya bakso? Kan sudah aku pesan tadi malam" Saya bertanya sambil mempertahankan nada agar tidak terkesan marah. Lalu tiba-tiba suami kaget. "Ah masa? Ud dibeliin kok. Ya ampunn (sambil menepuk keningnya) jangan-jangan masih di mobil?" Ia pun langsung beringsut dan keluar untuk membuka pintu mobil. Dan ternyata benar, makanan yang saya pesan lupa ia keluarkan.. Ada bakso, kue, dan ikan salmon. Sayangnya ikan salmon sudah tak enak dimakan, sedangkan pesanan saya alhamdulillah masih bisa dimakan. Suami minta maaf karena tadi malam pulang sudah malam sehingga ia lupa memasukkan ke kulkas. Padahal dalam hati justru saya yang meminta maaf karena sudah berprasangka buruk padanya.

Saya benar-benar malu dengan kejadian itu. Padahal apa salahnya langsung konfirmasi saja dari awal. Tak perlu pakai acara ngambek dan berprasangka buruk pada suami sendiri.. Sebenarnya saya sudah memahami itu sejak dulu, apalagi di IIP sudah pernah diberikan materi tentang komunikasi produktif. Tapi kok ya teteep aja bawaannya pengen dimengerti terus (meski alhamdulillah sih tadi ngambeknya ga lebay, sehingga suami pun juga ga ngeh kalau isterinya diam-diam sempat ngambek.. hihi).

 Ah dasar wanita. Maunya dimengerti saja. Padahal suamimu kan bukan peramal. Ia tak kan tahu isi hatimu dan maumu seperti apa kalau kamu cuma diem-diem aja. Iya kan? Jangan diulangi lagi yaa? hihii...
View Post
Sejak dulu saya berpikir bahwa kompetisi sesama perempuan terkadang jauh lebih beringas, lebih sadis dan lebih jahat dibandingkan dengan sesama lelaki. Bener ga sih? Atau pikiran saya ini salah? 
Namun, setelah membaca sebuah artikel di majalah intisari yang berjudul "Di gerbong perempuan yang cantik jadi garang" saya jadi berpikir bahwa ternyata mungkin asumsi saya selama ini memang benar.
Bagi yang menggunakan kereta sebagai alat transportasi mungkin ada yang merasakan fenomena ini terutama di jam-jam rawan. Perempuan bisa bersikap sewenang-wenang demi mendapatkan  satu kursi (alhamdulillah saya tidak perlu merasakan fenomena ini setelah resign. Meski saya  sangat salut dengan para ibu yang masih berjuang naik kereta setiap hari).
Rasa empati kepada sesama perempuan kadang sudah hilang, padahal katanya perempuan itu lebih penyayang. Tapi ketika kamu ada dalam kereta di jam-jam rawan, maka mungkin  kamu akan berubah pikiran. Masih ingat kan komentar yang pernah viral tentang seorang perempuan muda yang kesal dengan perempuan hamil karena menurutnya mau enaknya saja dpt tempat duduk  di kereta hanya karena dia sedang hamil?  Tak heran jika mungkin banyak perempuan yang lebih suka duduk di gerbong umum  daripada gerbong khusus wanita karena sesama perempuan saja sudah tidak saling mengerti. 
Selain fenomena kereta ini, contoh lain yang bisa kita lihat adalah dari komentar di media sosial. Rata-rata komen nyinyir dan sadis itu justru berasal dari  perempuan (ini hasil observasi sendiri sih, tak ada data kuantitatif valid yg menyertai) . Bahasa yang digunakan kadang bisa membuat syok. Dan itu banyak sekali ditemui. Kenyiyiran terkadang sudah melebihi ambang batas. Pernah juga saya menonton beberapa drama yg menceritakan persaingan dua perempuan dalam dunia kerja ataupun  percintaan. Salah satu saingannya melakukan apa saja demi menjatuhkan lawan dengan taktik manipulatif yang memuakkan..  Well, memang sih itu hanya drama, tapi bisa saja di dunia nyata benar-benar terjadi kan? Meski mungkin tidak selebay di film. 
Tapi percayalah, selain fenomena mengerikan  yang sudah saya ceritakan diatas, tentu tak semua perempuan bersikap seperti itu. Ada juga para perempuan yang saling support dan baik hati (misalnya saja di komunitas IIP ini ). Dan saya pikir masih banyak perempuan semacam itu dijaman ini. 
Mudah-mudahan kita semua termasuk ke dalam perempuan yang seperti itu ya, karena kalau sesama perempuan saja tak bisa saling mengerti, lalu anak perempuan kita kelak mau kita didik seperti apa? 
View Post
2 Months's Update



Yap.. saatnya mengupdate perkembangan nayra selama 2 bulan terakhir ini, setelah kemarin 14 desember si kecil memasuki usia 3 bulan... Yeeyy.. Selamat ulang bulan, Nayraaa.. Alhamdulillah.. Selama 2 bulan kemarin, makin terlihat cute saja dia. Makin suka tersenyum dan tertawa. Biasanya, yang dilakukannya di pagi hari setelah dia bangun adalah tersenyum, terutama kalo kita menyapa dia. Nayra juga lagi suka mengamati anggota tubuhnya sendiri. Terutama tangan dan kakinya. Tak heran, jika bagian tubuhnya tersebut suka diangkat-angkat oleh Nayra. Kalau tangan, biasanya suka dikepal trus diangkat gitu. Makanya, saya julukin tangan merdeka deh, soalnya kalo dia lagi ngepalin tangan, pas banget klo dibarengi dengan ucapan "MERDEKA!" hehehe. Selain itu, Nayra juga sudah punya keahlian baru yaitu  bisa memegang ujung kakinya sendiri...Yeeyy... Masya Allah.

Nayra dengan tangan merdekanya..  ^^

Gaya tidur Nayra tanpa rekayasa.. hehe.
Nayra bisa memegang kakinya sendiri lhoo..


Trus, kalo lagi diletakkan di stroller atau saat ganti popok, kakinya juga suka diangkat ke atas. Dia juga suka menggumam dan mengoceh. Sayangnya, setiap mau direkam, Nayra suka sadar kamera, jadinya dia malah diam dan cuma ngeliatin kamera. Nayra saat ini sudah jarang dipakein diapers ataupun clodi (kecuali saat tidur malam dan saat bepergian) karena pantatnya kena ruam. Awalnya sih pernah gitu juga, tapi sembuh setelah 2-3 hari. Namun, yang sekarang malah makin melebar. Duh, jadi kasian deh, padahal setiap pup langsung diganti, tapi tetep saja ga ngaruh. Akhirnya yaa ap boleh buat, Nayra dipakein celana aja deh.. Alhasil, setiap dia pipi dan pupu, emaknya langsung sibuk gantiin dan bersihin. Repot tenan dah. Hari pertama saya sempat kewalahan karena belum terbiasa. Tapi main kesini sih makin membiasakan diri. Apalagi setelah melihat dampaknya ternyata memang ngaruh banget, baru satu hari diterapkan, besoknya ud berkurang banget ruamnya. Makanya, demi kebaikan nayra, ga papa lah repot-repot dikit..hee. 

Kalau ibu-ibu jaman dulu malah lebih repot lagi, karena nggak ada mesin cuci. Kalau sekarang kan udah ada teknologi mesin cuci, jadi lumayan banget mengurangi kerjaan ibu-ibu. Tapi saya salut lho sama ibu-ibu jaman dulu (termasuk ibukuu.. jd makin cinta dan kagum sama beliau :') ), pasti mereka repot  banget yak kalau lagi punya bayi gitu. Mungkin karena itu juga. ibu-ibu jaman dulu cenderung  gesit dan rajin-rajin, karena "tuntutan pekerjaan" dan situasi yang mengharuskan mereka bersikap demikian. Ga kayak ibu-ibu muda sekarang yang cenderung lebih suka yang praktis-praktis...hehe.


Kalau masalah tidur, Nayra masih suka digendong dulu baru dia bisa tidur. Tapi kalo lagi bangun, Nayra uda bisa di taruh di stroller. Biasanya dia bisa diem dan nggak rewel selama lebih kurang 15-20 menit. Yaa.. lumayanlah bisa buat ngerjain yang lain. hehe. 

Oh iya, bulan depan kemungkinan Nayra akan jalan-jalan keluar pulau deh. Mau ketemu neneknya di Bengkulu. Agak deg-degan nih bawa-bawa Nayra naik pesawat karena dia masih bayi. Lagipula ini adalah her first flight and her first trip juga. Jadi belum ada pengalaman sama sekali bagi kami sebagai orang tua maupun buat Nayra sendiri. Yah, semoga selama perjalanan nanti lancar-lancar saja ya Allah.. aamiin.. ok, bersiap menanti  kejutan si 3 bulan. Semoga selalu sehat ya sayang.. :)

View Post
Ternyata, konsisten untuk menulis itu bukan hal yang mudah buat saya. Buktinya, setelah sekian lama absen menulis, baru sekarang-sekarang ini bisa update lg, padahal banyaak banget peristiwa yg terjadi selama ini. Salah satunya adalah saya sudah jd ibu sekarang. Yep, that's right!  I've a daughter now. My little princess's name is Nayra arsyila safwan. Panggilannya Nayra. Lahir 14 sept yg lalu. Berarti sekarang ud 2 bulan.. Alhamdulillah..Semoga Kau limpahkan kesehatan selalu pada kami sekeluarga. Aamiin..



She's really cute Masya Allah. Klo kata banyak orang sih emang lebih mirip bapaknya, tapi senyumnya mirip ibunya.. (hoho.. ibunya ga mau kalah). Lagi senang-senangnya senyum sekarang, setelah bulan pertama kemarin hobi nangis dan sempat bikin  ibunya ga keruan karena sering begadang.  Sebenarnya ga nyangka sih sekarang sudah punya anak. Dan seperti dugaan saya, jadi ibu itu nggak gampang. Harus sabar, telaten, rajin, dan harus sering mengupgrade pengetahuan sbg ibu. Apalagi dari awal kehamilan hingga proses pengasuhan nggak didampingi sama ibu saya. Jadi mesti belajar sendiri deh (dengan ditemani suami tentunya). 

Pokoknya ud sering banget merasakan bangun tengah malam padahal lagi ngantuuuk banget. Trus bersih-bersih rumah sambil gendong, jemur pakaian sambil gendong (padahal, pas lagi di rumah mertua, ngejemurnya di lantai 2). Bahkan masak kadang sambil gendong. Untuk yg terakhir ini saya nggak terlalu berani sih bawa-bawa dia ke dapur, makanya saya jarang masak semenjak dua bulan terakhir ini.

Oh iya, jadi ingat pengalaman pas di bulan pertama. Begadang hampir tiap malam. Jujur, pas bagian itu agak berat emang. Soalnya saya kan hobi banget tidur (wkwk). Bahkan dulu pas kuliah saya juga nggak kuat untuk begadang, meskipun ada tugas yang harus dikumpulin besoknya, tapi kalo uda ngantuk mah cuek aja. Mending tidur deh, ngerjainnya bisa pagi-pagi, pokoknya tidur dulu..hehe. Tapi kalo  uda punya anak, trus tengah malem anak kita nangis, kan ga mungkin kita bilang "ah, udahlah tidur dulu aja. Besok pagi aja ngurusinnya". Ya kan? Mau nggak mau kita mesti bangun buat nenangin si kecil. 

Makanya, terasa beratnya disitu, soalnya emang sejak dulu nggak terbiasa begadang. Tapi lama lama mulai beradaptasi juga sih dan baby Nayra pun juga mulai  beradaptasi dengan pola tidur ayah dan ibunya. Semenjak berumur 1,5 bulan dia uda jarang bangun tengah malam. Tapi kalo haus sih dia tetap bangun, trus habis itu dia bobo lagi.. Jadi sekarang uda lumayan lega. Nggak kayak sebelumnya, dia suka nangis, entah karena masuk angin, kolik, atau yang lain-lain. Pokoknya sempet dibikin stress deh. 

Dulu, pas hamil, saya suka bertanya pada diri sendiri, bisa ga ya ngurus baby? Karena kalo disuruh milih ngurus bayi atw toddler, mending ngurus toddler deh. Soalnya kalo bayi komunikasinya kan lewat tangisan aja. Kalau dia nangis, ya kita cuma bisa nebak-nebak dia nangisnya kenapa. kita nggak tahu apa penyebab dia nangis. Kita cuma bisa menerka. Syukur-syukur terkaan kita bener, lah klo salah? makin menjadi-jadi lah si dia nangisnya. Dan itu yang suka bikin saya pusing tujuh keliling. Udah di treatment kayak apa juga kok masih nangis. Nggak tega deh denger anak nangis, sementara kita sendiri seolah-olah nggak bisa nolongin dia. Jadi sedih rasanya.

Makanya, seneng banget karena akhir-akhir ini frekuensi menangisnya alhamdulillah berkurang. Kalau pun nangis ya karena laper atau karena pengen bobo. Jadi nangisnya pun juga ga lama. Dia juga sudah respons dengan ekspresi kita. Kalau kita senyum, maka dia pun ikut tersenyum bahkan tertawa. Seneng deh liatnya. Kalo digendong maunya di berdiriin. Nggak mau dibaringin. Suka mengamati sana-sini. Kalau pas 1 bulan, dia paling suka ngeliatin tas orange yg tergantung di kamar sama ngeliatin lampu. Trus suka ngoceh dan suka kalau diajak ngobrol. 


Dia juga paling suka dibawa jalan-jalan. Apalagi kalo lagi naik mobil, biasanya selama perjalanan langsung tidur. Ntar kalo sudah nyampe, langsung kebangun gitu dia..hehe. Sekarang usianya sudah 2 bulan, makin menggemaskan. Lagi suka bikin bola-bola pakai ludah mpe bajunya basah..


Bola-bola Nayra ^^

Trus lagi suka posisi duduk dan suka diterbangin kayak pesawat. Entah, apalagi kejutan-kejutan yang akan dia bawa. Tak sabar untuk melihat kemajuan-kemajuannya yang lain. Pokoknya, sehat selalu ya Nayra shalihah dan semoga Allah senantiasa mnjagamu, nak.. aamiin  :)


mom n daughter..


View Post